Evakuasi Harimau Sumatera di Tapsel

Faktor Harimau di Tapsel Masuk Permukiman, BBKSDA Sebut Perambahan Hutan hingga Kalah Berburu

Beberapa faktor menjadi penyebab harimau bernama Sri Bilah menyerang ternak warga Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan.

TRIBUN MEDAN/HO
HARIMAU Sumatera yang masuk ke kawasan pemukiman di Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan dievakuasi tim BBKSDA Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa faktor ditengarai menjadi penyebab harimau bernama Sri Bilah menyerang ternak warga Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi menuturkan bahwa ada kemungkinan bahwa terjadi perambahan hutan di kawasan tersebut.

"Banyak faktor itu masih dalami, apakah ada gangguan di dalam habitatnya sendiri mungkin perambahan, mungkin perburuan. Sehingga dia keluar dari sana. Kita lihat kawasan hutan dia apakah memang ada aktivitas yang terlalu mengganggu seperti suara gergaji mesin atau perbukaan ladang baru," jelasnya saat konferensi pers di Kantor Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Medan, Senin (31/8/2020).

Ia juga menjelaskan bahwa faktor lainnya karena harimau tersebut masih remaja dan bisa jadi kalah bersaing dalam hutan.

"Banyak faktor, satu remaja, dia masih belajar berburu sehingga di dalam kawasanya mungkin dia masih kalah bersaing sehingga dia masuk ke perkampungan, karena disitu lebih mudah," tuturnya.

Lebih lanjut, Hotmauli juga menyebutkan bahwa perlu dilakukan survei terkait penyebab harimau tersebut sampai masuk ke dalam pemukiman warga.

"Ini perlu dievaluasi lagi dan dilakukan survei di lokasi tersebut untuk tau apa penyebabnya," bebernya.

Harimau remaja bernama Sri Bilah yang dievakuasi di Desa Tapus Sipagimbal, Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan direncanakan akan dilepasliarkan ke Taman Nasional Gunung Leuser.

Hotmaili menyebutkan karena harimau tersebut masih memiliki sifat liar yang alami.

"Kita sudah laporkan kepada Dirjen, kita juga sudah berdiskusi dengan teman-teman pegiat konservasi harimau. Karena sifat liar harimau ini masih bagus, ini kemungkinan besar ini akan lepaskan ke habitatnya secara alami dalam waktu yang tidak terlalu lama. Lokasinya masih dalam assessment kemana nanti, tapi kemungkinan besar akan kita coba ke Taman Nasional Gunung Leuser," tuturnya

Namun, ia menyebutkan bahwa hal tersebut masih belum final menunggu hasil assessment di tempat lainnya.

"Kita juga menghindari konflik selanjutnya. Itu satu alternatif, masih ada beberapa alternatif lain yang sedang diasses barang kali layak untuk di assest," tutur Hotmauli.

Hotmauli menjelaskan bahwa untuk Harimau tersebut dilepasliarkan bergantung hasil tes kesehatan lanjutan dari dokter.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved