Breaking News:

Penerbangan Domestik Dibuka, Masyarakat Luar Medan Kunjungi Museum

Sebelum adanya pandemi ini, dalam sehari kunjungan ke museum bisa mencapai 30 orang, bahkan saat akhir pekan kunjungan bisa di atas 50 orang.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
SEORANG pengunjung tengah berada di dalam Museum Tjong A Fie Mansion di Jalan Ahmad Yani Medan, Selasa (1/9/2020). Pengelola mengaku sejak dibuka penerbangan domestik, pengunjung yang datang ke museum ini bukan hanya warga Medan, namun juga dari daerah lainnya di dalam negeri. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kembali dibukanya penerbangan domestik, ternyata berdampak positif bagi kunjungan ke museum.

Misalnya Museum Tjong A Fie Mansion di Jalan Ahmad Yani Medan, pengelola mengaku sejak dibuka penerbangan domestik, pengunjung yang datang ke museum ini bukan hanya warga Medan, namun juga dari daerah lainnya di dalam negeri.

"Saat dibuka penerbangan domestik, pengunjung ada dari Bandung. Sebenarnya tujuan ke Medan untuk urusan pekerjaan, namun mampir ke museum untuk berwisata. Saat libur panjang di Agustus lalu, ada jumlah kunjungan yang cukup tinggi yakni 30 orang," kata Rudiansyah selaku Wakil Pengelola Museum Tjong A Fie, Selasa (1/9/2020).

Ia mengatakan ini merupakan jumlah kunjungan terbanyak pasca museum dibuka kembali pada 4 Juli 2020 lalu.

Diakuinya sejak ditutup sementara pada akhir Maret, jumlah kunjungan ke museum ini belum kembali seperti semula. D

alam sehari hanya ada beberapa pengunjung atau bahkan tidak ada pengunjung sama sekali dalam sehari.

"Setelah dibuka kembali, kita lihat di tengah pandemi ini minat orang untuk berkunjung ke museum menurun drastis karena sebagian masyarakat diam di rumah untuk memastikan kondisi di luar cukup aman. Pengunjung banyak yang mau datang karena sudah rindu untuk datang ke tempat wisata seperti museum," jelasnya.

AP II Jalankan Tiga Strategi Ini untuk Gairahkan Penerbangan

Padahal kata Rudi sebelum adanya pandemi ini, dalam sehari kunjungan ke museum ini bisa mencapai 30 orang, bahkan saat akhir pekan kunjungan bisa di atas 50 orang.

Dalam membuka operasionalnya di masa pandemi ini, pengelola museum ini menjalankan protokol kesehatan dan melakukan pembatasan jumlah pengunjung.

"Kita membatasi hanya 50 pengunjung perhari. Jika sudah mencapai 50 orang, kita enggak terima kunjungan lagi. Meskipun begitu, sampai sekarang belum pernah ada kunjungan sampai 50 orang," katanya.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved