India Kembali Larang 118 Aplikasi Milik China, Termasuk Game PUBG

Kedua belah pihak kemudian setuju untuk mundur dengan para panglima militer di wilayah itu mengadakan lima putaran pembicaraan.

Tayang:
pubg.com
Ilustrasi pubg 

TRIBUN-MEDAN.com - India melarang 118 aplikasi seluler yang sebagian besar berasal dari China, termasuk gim video populer PUBG besutan Tencent Holdings Ltd, dengan alasan masalah keamanan data.

Mengutip Channel News Asia, Kementerian Teknologi Informasi India mengatakan pada Rabu (2/9), aplikasi tersebut mempromosikan aktivitas yang "merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara, dan ketertiban umum".

Pada Juni lalu, India melarang 59 aplikasi seluler termasuk TikTok buatan Bytedance, UC Browser bikinan Alibaba, dan WeChat besutan Tencent, juga dengan alasan masalah keamanan.

Larangan terbaru itu datang sehari setelah Kementerian Luar Negeri India menuduh pasukan China mengambil "tindakan provokatif" di perbatasan pegunungan Himalaya yang disengketakan.

Situasi di perbatasan Himalaya memanas dalam beberapa pekan terakhir. Bentrokan pada Juni di wilayah Ladakh,  bagian Barat perbatasan India-China, adalah kekerasan terburuk antara raksasa Asia dalam beberapa dekade terakhir.

Hanya ada sedikit tanda penurunan ketegangan, dengan lebih banyak aksi militer dalam seminggu terakhir di  perbatasan Himalaya.

Kedua belah pihak kemudian setuju untuk mundur dengan para panglima militer di wilayah itu mengadakan lima putaran pembicaraan. 

Tetapi, militer India mengatakan pada pekan, China telah mengingkari kesepakatan itu dengan melakukan "gerakan militer yang provokatif untuk mengubah status quo".

India menyatakan, telah memindahkan pasukan ke bentangan Timur perbatasan dengan China.

Perpindahan pasukan ke Distrik Anjaw Negara Bagian Arunachal Pradesh, yang juga diklaim China, meningkatkan prospek pertarungan yang lebih luas.(*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.Co.Id dengan judul Hubungan dengan China panas lagi, India larang 118 aplikasi termasuk PUBG

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved