Percepat Transformasi Digital Nasional, Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Gelar Webinar

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT dan Mongolia, Bapak Dino R. Kusnadi, memenuhi undangan dari pihak Politeknik Wimar Bisnis Indonesia

TRIBUN MEDAN/HO
Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT dan Mongolia, Bapak Dino R. Kusnadi, memenuhi undangan dari pihak Politeknik Wimar Bisnis Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang transformasi digital di negara Tiongkok dan bagaimana perannya terhadap percepatan kemajuan ekonomi negara tersebut pada acara seminar yang dilakukan secara daring pada, Selasa (1/9/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT dan Mongolia, Bapak Dino R. Kusnadi, memenuhi undangan dari pihak Politeknik Wimar Bisnis Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang transformasi digital di negara Tiongkok dan bagaimana perannya terhadap percepatan kemajuan ekonomi negara tersebut pada acara seminar yang dilakukan secara daring atau webinar pada, Selasa (1/9/2020). 

Tidak dapat dipungkiri bahwa negara Tiongkok saat ini telah menjadi referensi bagi banyak negara di dunia untuk proses transformasi digital, yang membuat ekonomi negaranya menjadi jauh lebih efisien. Tiongkok telah menjadi raja ekonomi digital dengan menguasai lebih dari 40% transaksi e-commerce dunia. 

Digitalisasi telah menyentuh di setiap bagian kehidupan masyarakat Tiongkok, dan mempengaruhi cara hidup mereka mulai dari berbelanja, bepergian, mendidik dan belajar, serta di banyak aspek lainnya. 

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT dan Mongolia, Bapak Dino R. Kusnadi
Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT dan Mongolia, Bapak Dino R. Kusnadi (TRIBUN MEDAN/HO)

Cepatnya perkembangan digitalisasi di Tiongkok disebabkan oleh masyarakat yang sadar bahwa digitalisasi bisa membuat pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien. 

Selain dampak ekonomi, masyarakat Tiongkok juga menyadari bahwa digitalisasi juga meningkatkan kualitas hidup mereka serta berdampak pada lingkungan dan cara hidup yang lebih bersih.

Faktor ini turut didukung oleh komitmen pemerintah yang memastikan sistem digitalisasi yang aman dan dapat dipercaya, serta introduksi teknologi ini  secara masif hingga ke masyarakat pedesaan.

Selain hal digitalisasi, Bapak Dino R. Kusnadi juga membahas tentang hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang bukan dibangun secara sporadis, tetapi telah ditata secara strategis dalam 70 tahun terakhir. 

Keunggulan kerjasama yang terjalin adalah adanya nilai tambah, dimana investasi Tiongkok mendorong terbukanya peluang bisnis baru, pelaksanaan alih teknologi yang lebih mudah, serta komitmen atas kekayaan intelektual yang lebih longgar.

Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT dan Mongolia, Bapak Dino R. Kusnadi, memenuhi undangan dari pihak Politeknik Wimar Bisnis Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang  transformasi digital di negara Tiongkok dan bagaimana perannya terhadap percepatan kemajuan ekonomi negara tersebut pada acara seminar yang dilakukan secara daring pada, Selasa (1/9/2020).
Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT dan Mongolia, Bapak Dino R. Kusnadi, memenuhi undangan dari pihak Politeknik Wimar Bisnis Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang transformasi digital di negara Tiongkok dan bagaimana perannya terhadap percepatan kemajuan ekonomi negara tersebut pada acara seminar yang dilakukan secara daring pada, Selasa (1/9/2020). (TRIBUN MEDAN/HO)

Saat ini Tiongkok sudah merupakan bagian penting dari supply chain global, yang menyebabkan ekonomi Tiongkok memperoleh momentum yang lebih besar dalam proses pemulihannya setelah badai pandemi Covid-19.

Dalam kata sambutannya Direktur Politeknik WBI, Dr. Jenny Elisabeth, menyatakan bahwa digitalisasi sudah merupakan suatu keniscayaan dan masyarakat Indonesia harus siap menghadapi perubahan tersebut. 

Pemerintah Indonesia sendiri sudah menetapkan untuk lebih fokus pada visi digitalisasi nasional, sehingga digitalisasi dapat menjadi budaya baru bagi masyarakat Indonesia, apalagi di masa pandemi virus Covid-19 ini. 

Untuk mencapai tujuan dengan visi tersebut maka peran orang muda sangat diperlukan,  termasuk memperkecil gap antara masyarakat yang melek dan gagap teknologi informasi. 

Direktur Politeknik WBI mengajak orang muda Indonesia, khususnya mahasiswa/i Politeknik WBI, untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mempercepat transformasi digital nasional, bukan hanya untuk mencapai tujuan memperkuat pondasi perekonomian Indonesia tetapi terutama sebagai akselerator pemulihan ekonomi nasional di era normal baru.

Karena itu masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat pedesaan, harus didorong untuk semakin paham dengan pentingnya digitalisasi dan menerapkannya, terutama untuk optimalisasi penjualan online, pembayaran non tunai (cashless payment), serta pemanfaatan maksimal platform digital relevan yang tersedia.     

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved