News Video
Karyawan RS Permata Bunda Protes Gajinya Dipotong 10 Persen hingga tak Dibayar Jamsostek
Karyawan RS Permata Bunda Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, berunjukrasa di areal rumah sakit
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Karyawan RS Permata Bunda Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, berunjukrasa di areal rumah sakit, Kamis (3/9/2020).
Mereka meminta agar pihak RS Permata Bunda segera keluar dan mendengar sejumlah tuntutan karyawan.
"Keluar, keluar, keluar," teriak karyawan.
Seorang perawat Isnaini menguraikan sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan.
"Kami di sini menuntut karena gaji kami dipotong saat suasana Covid-19 padahal banyak pasien, enggak dapat bonus, udah itu Jamsostek kita pun enggak dibayarkan ke Jamsostek," ujar Isnaini.
Mereka tidak tahu alasan manajemen tidak menggenapi hak karyawan.
"Kami tetap menunggu jawaban owner," lanjutnya.
Gaji mereka dipotong 10 persen.
"Gaji yang terakhir kemarin itu dipotong sepuluh persen, dan bulan ini sepertinya akan dipotong sebanyak dua puluh persen," ungkapnya.
Tambahnya, sebagian dari mereka juga sudah ada yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19.
Karyawan yang laki-laki berulang kali masuk ke ruang humas agar mendapat keterangan.
Dengan bujukan para demonstran, akhirnya Humas RS Permata Bunda Helmi pun sambangi demonstran untuk mendengarkan aspirasi mereka.
Pihak rumah sakit juga menjawab bahwa pihaknya akan membayarkan segera apa yang menjadi hak para karyawan tersebut.
"Itu besok kita bayar, saya yang tanggung jawab," pungkas Helmi.
(cr3/tribun-medan.com)