Pakai Pajag.id, Belanja Online di Pasar Tradisional Gratis Ongkos Kirim

Founder Pajaq.id, Muhammad Haris Siregar mengatakan Pajaq.id melayani jasa antar pembelian produk yang ada di pasar tradisional di sekitar Medan.

TRIBUN MEDAN/NATALIN
FOUNDER Pajaq.id, Muhammad Haris Siregar menunjukan aplikasi Pajaq.id. 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pada saat ini belanja online sudah menjadi hal yang sangat membantu kegiatan kita sehari-hari.

Apalagi disaat ketika kita tidak bisa keluar rumah saat pandemi Covid-19.

Menggunakan aplikasi bisa jadi solusi untuk berbelanja.

Founder Pajaq.id, Muhammad Haris Siregar mengatakan Pajaq.id melayani jasa antar pembelian produk yang ada di pasar tradisional di sekitar Medan.

Aplikasi ini juga melayani pemesanan baik satuan maupun partai besar, dan mampu untuk mensupport pembelian secara harian, bulanan maupun tahunan.

"Aplikasi ini sudah tersedia di Google Play dan App Store yang memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti beras, minyak, gula. Jadi warga Medan enggak perlu keluar rumah tinggal pesan saja di Pajaq.id pasti diantar sama driver kita," ujar Haris bertempat di kantor Pajad.id Jalan Sutrisno No. 388 c, lantai 2 Medan, Rabu (2/9).

Diakuinya, untuk pengguna yang terdaftar di aplikasi ini sudah ada sebanyak 800 pengguna dan sebanyak 50 persen pengguna tersebut rutin menggunakan aplikasi ini.

Belanja Online di Pasar Tradisional, Gratis Ongkir

"Kami ingin membantu pedagang tradisional (pajak) jadi kami menjembatani para pedagang pajak. Apalagi di masa Covid-19 untuk menghindari kerumuman ramai, kalau malas ke pajak tinggal pesan melalui aplikasi Pajaq.id," ucapnya.

Kata Haris, untuk harga-harga produk yang dibelanjakan sesuai dengan harga produk di pasar tradisional tersebut. Hal menarik lainnya, belanja di Pajaq.id ini gratis ongkos kirim (ongkir) hingga akhir Desember tahun ini.

"Kami membangun aplikasi ini memang niatnya membantu pedagang pajak yang makin dilupakan. Jadi untuk harga produk tidak ada kami naikkan, sama dengan harga produk di pasar tradisional tersebut. Bahkan Hingga akhir bulan Desember ini kita membuat program gratis ongkir. Jadi dimanapun lokasi pengguna di Kota Medan ini, kita free ongkir," ungkapnya.

Ia mengaku untuk saat ini aplikasi Pajaq.id dikelola oleh lima timnya dan tiga driver.

Pengguna bisa memesan belanja online dari pasar tradisional sesuai dengan jam operasional pasar tradisional tersebut.

"Kami anak muda Medan membangun aplikasi ini hanya unuk membantu pedagang yang ada di pajak dan saatnya kita banggakan aplikasi anak Medan," ujarnya.

Belanja Daerah Belum Sampai 50%, Presiden Jokowi Sentil Pemerintah Daerah

Saat ini pihaknya berbelanja di beberapa pajak yakni dari Pajak Sukarame, Pajak Halat, Pajak Simpang Limun dan Pajak Johor serta opsi terdekat dari konsumen.

"Target kita 30 menit sudah sampai belanjaan ditangan konsumen. Kita selalu menjaga kepercayaan konsumen dan menjaga kelayakan konsumsi dari produk tersebut," jelas laki-laki kelahiran 21 Oktober ini.

Untuk menggunakan aplikasi Pajaq.id, seseorang dapat mendownload Pajaq.id (PT. Jasa Antar Medan) daftar dan registrasi dengan mengisi data email serta nomor handphone.

Kemudian login dan pengguna bisa memesan produk yang akan dibelanjakan.

"Belanja ke Pajak.id, kita masukkan produk apa yang mau dibeli ada daging, ikan, sayur, cabai, beras, selama ada barang itu di pajak kami belanjakan. Pedagang pajak bisa kita makmurkan kita naikkan penjualan dan pendapatan mereka. Pedagang senang, kita juga senang," ujar Haris. (nat/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved