Breaking News:

Permintaan Bunga Potong Menurun hingga 60 Persen di Masa Pandemi, Penjual Harap Daya Beli Meningkat

Di masa pandemi Covid-19, permintaan bunga potong menurun lebih kurang 50 hingga 60 persen.

Penulis: Natalin Sinaga | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/NATALIN
PENJUAL bunga di Jalan Iskandar Muda Medan sedang menata bunganya yang akan dijual kepada konsumen. Saat pandemi Covid-19, permintaan bunga potong menurun lebih kurang 50 hingga 60 persen. 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Selain memperindah ruangan, bunga potong yang ditata apik akan membuat ruangan jadi lebih harum.

Di masa pandemi Covid-19, permintaan bunga potong menurun lebih kurang 50 hingga 60 persen.

"Penjualan bunga merosot, jauh kali hampir 60 persen. Tapi saat ini sudah mulai meningkat sedikit dibandingkan sebelum-sebelumnya," ujar penjual bunga di Jalan Iskandar Muda Medan, Ana, Kamis (3/9/2020).

Diakuinya, untuk harga bunga saat ini sudah agak stabil.

"Untuk harga bunga, kita pikir akan turun rupanya harga melonjak tinggi dan memang belakangan ini harga bunga sudah agak stabil dibanding kemaren," tambahnya.

Ia menjelaskan, sebelum ada pandemi, pihaknya mampu menyediakan 15 jenis bunga namun saat ini, ia hanya menyediakan lebih kurang sembilan jenis bunga saja (bunga yang sering digunakan orang).

Kata Ana, bunga yang paling banyak dicari konsumen kebanyakan bunga berwarna kuning, Bunga Krisan Putih dan Bunga Mawar.

"Kalau untuk anak muda-mudi biasa suka pesan buket Bunga Mawar. Untuk harga bunga mawar relatif tetap, enggak ada kenaikan sama sekali. Kalau konsumen beli bunga mawar saja hanya Rp 10 ribu per batang tapi kalau beli buket Bunga Mawar harganya berbeda karena ada penambahan bunga dan dipacking agar lebih rapi," ucapnya.

Selama Pandemi, Permintaan Bunga Potong Menurun hingga 60 Persen

Sementara itu untuk Bunga Aster diharga Rp 5 ribu per batang, Bunga Krisan mulai dari Rp7.500 hingga Rp 10 ribu per batang. Suplai bunga segar ini didapatkannya dari Tanah Karo, Berastagi.

Diakuinya, pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19 ini menurunkan penjualan bunga. Sehingga Petani bunga pun terpaksa beralih pola tanam dengan berladang sayuran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved