Breaking News:

Berkali-kali Cabuli Anak di Bawah Umur, Kepala Desa Dituntut 12 Tahun Penjara

Kasi Intel Kejari Toba Samosir, Gilbeth Sitindaon, mengatakan tersangka DTP (41) telah mencabuli anak di bawah umur yakni NY (14), warga Laguboti

TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Nenek korban memakai baju putih Ketika menemui Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Kantor Polres Toba. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA - Setelah menjalani proses sidang yang panjang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tobasa akhirnya menuntut 12 tahun penjara terhadap pelaku cabul anak di bawah umue.

Kasi Intel Kejari Tobasa, Gilbeth Sitindaon, mengatakan tersangka DTP (41) telah mencabuli anak di bawah umur yakni NY (14), warga Kecamatan Laguboti.

“Selanjutnya, minggu depan, akan dilanjutkan sidang dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa atau pledoi,” ujar Gilbeth, Rabu (9/9/2020).

Sidang tuntutan dilakukan secara virtual pada Selasa (8/9/2020).

Diketahui, terdakwa berstatus kepala desa.

Korban disetubuhi berulang-ulang sejak tanggal 16 Oktober 2019 lalu.

Aksi cabul sang kades akhirnya tercium orang tua korban setelah melihat gelagat korban yang tak biasa.

Dalam aksinya melakukan pencabulan, DTP memberi imbalan lembaran uang ribuan.

Dengan cara itu, korban dicabuli hingga disetubuhi beberapa kali.

Sidang pembacaan tuntutan sebelumnya ditunda hingga beberapa kali karena menunggu koordinasi dengan Kejatisu.

Pada sidang tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersangka terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76 D UU tentang Perlindungan Anak.

(Jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved