Breaking News:

Umat Lintas Agama Berdoa Minta Gunung Sinabung Tenang

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumatera Utara menggelar doa bersama lintas agama di Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, Rabu (9/9/2020).

Editor: Liston Damanik
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, memantau lahan pertanian warga yang terdampak abu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung, di Desa Suka Tepu, Selasa (18/8/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumatera Utara menggelar doa bersama lintas agama di Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, Rabu (9/9/2020).

Doa bersama ini meminta agar Gunung Sinabung kembali tenang.Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, doa bersama ini merupakan bagian dari usaha dalam penanganan bencana Gunung Sinabung. 

"Kita sudah banyak berusaha dengan berbagai macam langkah untuk penanganan bencana ini. Tapi dengan langkah doa dengan sama-sama bergandengan tangan, semoga dapat dikabulkan oleh Tuhan, sehingga tanah yang subur ini kembali membuat makmur bagi rakyat Kabupaten Karo," ujarnya.

Acara doa bersama ini melibatkan pembawa doa dari agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha. Saat pembacaan doa tadi, perwakilan dari masing-masing agama membacakan doa yang sama-sama berharap untuk pulihnya Kabupaten Karo.

Edy mengatakan, dengan langkah penanganan melalui doa terlebih yang dilakukan secara tulus diharapkan dapat dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Dirinya mengatakan, kegiatan doa bersama ini merupakan inisiatif dari Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin.

Erupsi Gunung Sinabung, sangat berdampak bagi masyarakat Kabupaten Karo baik secara moril, materil, hingga sosial. Salah satu yang sangat terdampak dengan tebalnya material abu vulkanik yang keluar dari Gunung Sinabung, ialah sektor perekonomian masyarakat.

Sebagian besar masyarakat Kabupaten Karo terutama yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Sinabung mayoritas menggantungkan ekonominya dari sektor pertanian. Maka, dengan dampak abu vulkanik dari erupsi kemarin ribuan hektare lahan pertanian masyarakat menjadi rusak bahkan banyak yang mengalami gagal panen.Masih GempaAktivitas gempa bumi sempat terekam di sekitar Kabupaten Karo, Rabu (9/9/2020).

Menurut BMKG Regional I Medan, gempa yang terjadi hari ini terekam sebanyak dua kali dengan kekuatan yang berbeda.Untuk yang pertama, aktivitas kegempaan yang terjadi sekira pukul 08.58 WIB itu tercatat dengan magnitudo 3,6 Skala Richter (SR). Untuk pusat gempa sendiri, terdata berada di 15 km Tenggara Kabupaten Karo, dan berada di kedalaman 10 km.

Kemudian, tak lama berselang sekira pukul 09.04 WIB gempa kembali terekam dengan magnitudo 3,4 SR. Dengan pusat gempa berada di 11 km Tenggara Kabupaten Karo, dan berada di kedalaman 10 km.Dua kali gempa ini tidak berdampak terhadap aktivitas kegempaan vulkanik yang ada di Gunung Sinabung. Hal ini, diungkap oleh pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, saat ditemui di kawasan Kecamatan Namanteran.

"Memang tadi kita mendapatkan informasi ada aktivitas gempa yang terjadi sebanyak dua kali, tapi sejauh ini belum ada berdampak kepada aktivitas Gunung Sinabung," ujar Armen.

Dirinya mengungkapkan, aktivitas kegempaan yang terekam tadi berbeda dengan kegempaan yang dapat berdampak pada aktivitas Gunung Sinabung. Pasalnya, gempa bumi yang terekam tadi merupakan jenis tektonik yang disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi. Sedangkan aktivitas kegempaan yang berpengaruh terhadap aktivitas gunung, merupakan gempa vulkanik.

"Tapi ya kalau potensi bisa saja. Tapi untuk kegempaan tadi tidak sampai ke dapur magma, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas gunung," katanya.

Armen mengungkapkan aktivitas Gunung Sinabung sampai hari ini masih fluktuatif. Pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan mengikuti arahan yang diberikan oleh pihak terkait. (cr4) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved