Breaking News:

Anggota DPRD Renville Napitupulu Adakan Sosper, Banyak Warga Keluhkan Kinerja Kepling di Medan

atusan warga mengikuti Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) V Nomor 4 Tahun 2012, tentang sistem kesehatan kota Medan

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/GITA
Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) V Nomor 4 Tahun 2012, tentang sistem kesehatan kota Medan yang digelar oleh anggota DPRD Kota Medan, Renville Pandapotan Napitupulu, di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Minggu (13/9/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan warga mengikuti Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) V Nomor 4 Tahun 2012, tentang sistem kesehatan kota Medan yang digelar oleh anggota DPRD Kota Medan, Renville Pandapotan Napitupulu, di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Minggu (13/9/2020).

Sosper tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPJS kota Medan serta perwakilan kepling dan lurah, guna menampung pertanyaan dan keluhan warga seputar kesehatan.

Namun selama sosper berlangsung tidak sedikit warga mengeluhkan kinerja Kepala Lingkungan (Kepling).

Beberapa warga secara blak-blakan mengaku tidak suka dengan kinerja kepling yang dinilai kurang aktif, sehingga warga mengaku sulit apabila ada keperluan mengurus administrasi untuk keperluan bantuan sosial (bansos), kesehatan, maupun kelengkapan administrasi lainnya.

Bahkan di kesempatan tersebut seorang warga Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, sempat terlibat adu mulut dengan perwakilan dari Dinas Sosial, Rosdiana karena dinas sosial menyuruhnya rutin koordinasi dengan kepling agar tidak luput dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS).

"Tahun 2021 akan ada pencacahan, dianggarkan, dan disetujui oleh dewan semogalah, maka ibu rajin-rajin dekat-dekat dengan bapak kepling, nggak bisa ibu langsung ke saya (Dinsos) harus tetap melalui kelurahan," katanya.

Mendengar hal tersebut, warga yang mengaku berstatus sebagai janda tersebut mengungkapkan bahwa selama 30 tahun tinggal di Kampung Lalang, ia belum pernah mendapatkan bantuan apapun, sehingga menilai kepling abai dengan kebutuhannya.

"Saya selalu sharing, saya janda lho, parengge-rengge, kerja jam 1 pagi, saya 30 tahun tinggal di Kampung Lalang itu tidak pernah dapat bantuan apapun," katanya.

Sontak saja, pernyataan tersebut menuai tepuk tangan oleh para peserta sosper lainnya.

Peserta lainnya juga menimpali berbagai protes atas kinerja kepling.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved