Breaking News:

Belajar Online Makan Korban, Seorang Anak Tewas Dihajar Orangtuanya Karena Susah Diajari

Melihat itu, LH bukannya berhenti, ia malah memukul korban dengan gagang sapu di bagian kepala sebanyak tiga kali.

Facebook
Orangtua aniaya anaknya hingga tewas lalu dikubur dengan pakaian lengkap 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah polisi berhasil menangkap pasangan suami istri, IS (27) dan LH (26), yang menganiaya anak kandungnya hingga tewas dan menguburnya dengan pakaian lengkap di Banten, fakta demi fakta mulai terungkap.

Ternyata, LH kesal pada korban karena susah diajarkan saat belajar online.

Kepada polisi, LH mengaku menganiaya anaknya yang berusia 8 tahun hingga tewas.

"Kami dalami mereka, khususnya kepada almarhum yang merupakan anak kandungnya sendiri dia merasa kesal, merasa anaknya ini susah diajarkan, susah dikasih tahu, sehingga kesal dan gelap mata," kata David kepada Kompas.com di Polres Lebak, Rangkasbitung, Senin (14/9/2020).

Akibat penganiayaan itu, korban sempat tersungkur dan lemas.

Melihat itu, LH bukannya berhenti, ia malah memukul korban dengan gagang sapu di bagian kepala sebanyak tiga kali.

Sang suami yang melihat itu, sempat marah kepada istrinya.

Setelah itu, mereka berinisiatif mengajak anaknya yang dalam kondisi lemas keluar. Namun, saat diajak keluar korban meninggal dunia.

"Dibawa keluar cari udara segar, anak ini kan sesak napas, harapannya bisa baikan, tapi saat dalam perjalanan meninggal dunia," ujarnya.

Karena panik, untuk menghilangkan jejak. Mereka kemudian membawa korban ke Banten lalu menguburkan anaknya di TPU Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten, dengan pakain lengkap.

Halaman
12
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved