Breaking News:

Cerita Yasin, Saksi Hidup Kejamnya G30S/PKI, Perhatian Warga Dialihkan saat 7 Jenderal Dibantai

Ketika PKI mengeksekusi para jenderal, perhatian masyarakat sekitar sempat dialihkan Semuanya bentuk pengalihan terbilang sudah terencana.

REPRO FILM PENGKHIANATAN G30S/PKI/CAPTURE YOUTUBE VIRAL MEDIA
Cuplikan adegan Film Pengkhianatan G30S/PKI. 

TRI BUN-MEDAN.com - Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia ( G30S/PKI) masih teringat jelas bagi sejumlah orang.

Terutama mereka yang memang bermukim di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

Lokasi tersebut tempat eksekusi, pembantaian dan saksi bisu kekejamanan PKI.

Sebanyak 7 jenderal atau dikenal dengan Pahlawan Revolusi meninggal dunia.

tribunnews
Sumur tua tempat ketujuh pahlawan revolusi di kuburkan oleh anggota PKI yang terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018) (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Ketujuh jenderal itu, di antaranya Jenderal TNI Ahmad Yani, Letnan Jenderal Anumerta Suprapto, Letnan Jenderal M.T. Haryono, Letnan Jenderal S Parman, Mayor Jenderal D.I. Panjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten Pierre Tendean.

Yasin (70), menjadi satu diantara saksi mata keganasan PKI yang masih hidup hingga saat ini.

"Sebenarnya banyak yang lihat PKI dulu seperti apa," ujar Yasin kepada TribunJakarta.com, Senin (3/2/2020).

"Tapi ya namanya sudah tua dan faktor usia banyak juga yang sudah meninggal."

"Di sekitar Lubang Buaya sisa teman saya kecil aja bisa dihitung," sambung Yasin.

Menurut Yasin, ketika PKI mengeksekusi para jenderal, perhatian masyarakat sekitar sempat dialihkan.

Halaman
1234
Editor: Azis Husein Hasibuan
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved