Breaking News:

Update Covid19 Sumut 15 September 2020

Kapolda Warning Pelaku Usaha Bandel, Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumut

Sebanyak 1366 warga Sumut harus ditindak akibat melanggar protokol kesehatan, tidak mengenakan masker.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Salomo Tarigan

T R IBUN-MEDAN.com, Medan - Operasi yustisi terkait penegakan protokol kesehatan telah menyasar ribuan orang, termasuk pelaku usaha yang tidak patuh.

Operasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam penggunaan masker di masa pandemi dan sekaligus sebagai antisipasi meluasnya persebaran Covid-19.  

Irjen Pol Martuani Sormin menuturkan bahwa operasi tersebut merupakan gabungan dari Polda, Pemprov/ Pemkab, Kodam I Bukit Barisan, serta Hakim.

"Kemarin secara serempak jajaran Polda Sumut, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/ Kota, Kodam I Bukit Barisan tentu dengan bantuan jajaran Hakim Sumatera Utara, kita sudah melakukan operasi yustisi," ungkap Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin saat ditemui di kawasan Hotel Garuda, Jalan Sisingamangaraja pada Selasa (15/9/2020).

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa 1366 warga Sumut harus ditindak akibat melanggar protokol kesehatan, tidak mengenakan masker.

"Secara serempak, yang ditindak itu 1366, di mana diantaranya itu pelaku usaha 51 pelaku usaha," sambungnya.

Lebih lanjut, dia juga menuturkan bahwa penindakan tersebut berupa penahanan KTP selama tiga hari sebagai efek jera.

"Minggu-minggu ini, kami mungkin masih teguran saja, kalau yang di Medan itu KTP nya disita untuk tiga hari," lanjutnya.

Terkait Pergub dan Perwal menjalankan denda bagi yang tidak mengenakan masker, dia menyampaikan akan diberlakukan minggu depan.

"Tapi untuk minggu depan, kami akan terapkan sebagaimana dalam peraturan Gubernur dan peraturan walikota, itu ada denda," sambungnya.

"Untuk perorangan itu Rp 100 ribu, dan untuk pelaku usaha Rp 300 ribu," ungkapnya.

Apabila pelaku usaha membandel, pihak petugas akan menutup sementara usaha yang tidak melakukan protokol kesehatan.

"Dan kalau pelaku usaha ini terus-menerus melanggar, maka akan kita tutup sementara waktu. Ini untuk apa, ini untuk memutus mata rantai persebaran corona viruses," ujarnya.

(cr3/t r ibun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved