Breaking News:

Banyak Anak yang Terlibat Hukum Dipenjarakan Selama Pandemi, Bapas Merasa Resah

Sejumlah anak yang terlibat kasus hukum dipenjarakan selama pandemi Covid-19. Ini dikhawatirkan akan berdampak pada perkembangan anak

TRIBUN MEDAN / VICTORY
Narapidana Anak sedang mengerjakan karya tangan Handycraft Sel Tahanan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tanjung Gusta Medan, Minggu (14/7/2019). 

T R I B U N-M E D A N.com,MEDAN-Saiful Azhar, petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Medan mengatakan ada kendala saat menangani anak yang berkonflik dengan hukum.

Beberapa kendala ini berpengaruh terhadap kesehatan anak, baik fisik maupun psikis.

"Anak yang berkonflik dengan hukum terpaksa dilakukan penahanan.

Karena LPKA, Lapas, dan Rumah Tahanan tidak menerima kecuali yang sudah mendapatkan keputusan dari peradilan dan telah memenuhi syarat kesehatan (telah menjalani rapid test atau swab test)," ujar Saiful, Selasa (15/9).

Sosok Yoshihide Suga, Anak Petani Stroberi yang Dipilih Jadi Perdana Menteri Jepang yang Baru

Ia mengatakan, penahanan anak ini menjadikannya isi rumah tahanan milik kepolisian menjadi padat, lantaran anak bergabung dengan orang dewasa.

"Kepadatan ini berdampak buruk bagi anak, karena mungkin bisa saja tidak diterapkan nya physical distancing yang baik.

Sementara itu, bergabung nya antara anak dan orang dewasa bisa berdampak buruk terhadap perkembangan mental anak," katanya.

Untuk itu, terang Saiful, anak yang berkonflik hukum (AKH) atau klien pemasyarakatan lebih diprioritaskan untuk mendapatkan asimilasi di rumah selama pandemi Covid-19.

Bermodal Kata Sayang, Pria Berusia 20 Tahun Tiduri Anak Majikan Berusia 9 Tahun

Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan kebijakan Kementrian Hukum dan HAM melalui Kepmenkumham RI Nomor 10 tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.

Saiful menuturkan, bahwa pada dasarnya penahanan anak merupakan cara yang paling terakhir dilakukan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum.

Halaman
12
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved