Breaking News:

News Video

GNPF Ulama Sumut Gugat KPU dan Bawaslu ke PN, Minta Pilkada Ditunda Karena Medan Masuk Zona Merah

GNPF Ulama Sumatera Utara menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) ke Pengaadilan Negeri Medan.

GNPF Ulama Sumut Gugat KPU dan Bawaslu ke PN, Minta Pilkada Ditunda Karena Medan Masuk Zona Merah

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumatera Utara menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) ke Pengadilan Negeri (PN) Medan soal Pemilihan Umum yang dianggap horor.

Tumpal Pangabean bersama dengan 10 orang lain mendaftarkan gugatannya ke PN Medan pada pukul 12.30 WIB, berdasarkan Kota Medan yang saat ini masih dinyatakan Zona Merah.

"Perlu diketahui Khalayak banyak, apa yang kita lakukan kali ini adalah menggugat KPU dan Bawaslu Kota Medan dalam penyelenggaraan pemilu Kota Medan," kata Tumpal saat dijumpai di PN Medan, Rabu (16/9/2020).

Hal ini dilakukannya dengan riset yang sudah disiapkan oleh GNPF sejak tiga bulan lalu, dan bila terus dilakukan maka dinyatakannya pilkada tahun 2020 ini adalah pilkada horor.

"Bahwa Kota Medan ini masih zona merah, maka dari itu kalau pemilu terus dilakukan maka pilkada tahun ini adalah pilkada horor," ujarnya.

Bahkan dikatakannya Kota Medan saat ini masih menjadi zona merah level 3, yang di mana angka covid-19 semakin meningkat hari demi hari.

"Kita ketahui bersama, Kota Medan ini angka covidnya semakin hari, semakin bertambah.

Bahkan saat ini Kota Medan masih di menjadi zona merah level 3," ujarnya.

Sehingga menurutnya hal itu harus menjadi pertimbangan bagi KPU dan Bawaslu untuk menunda pilkada hingga Kota Medan dinyatakan zona hijau.

Halaman
123
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved