UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 225.030 Jiwa, Bertambah 3.000-an Per Hari

Akibat laju penularan virus corona belum dapat dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Editor: AbdiTumanggor
KOMPAS.com/RAJA UMAR
Proses pemakaman jenazah dokter Imay Indra dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Blang Kreung, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (2/9/2020) lalu. 

Data memperlihatkan bahwa angka pasien Covid-19 dalam sehari bertambah dalam jumlah yang masih besar, di atas 3.000 orang.

TRIBUN-MEDAN.com - Saat pro dan kontra mengenai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta masih mengemuka, data pemerintah memperlihatkan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat.

Akibat laju penularan virus corona belum dapat dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah hingga hari ini, Selasa (15/9/2020).

Bahkan, data memperlihatkan bahwa angka pasien Covid-19 dalam sehari bertambah dalam jumlah yang masih besar, di atas 3.000 orang.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 hingga Selasa pukul 12.00 WIB, ada 3.507 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Dengan penambahan itu, maka kasus Covid-19 di Indonesia jumlah totalnya mencapai 225.030 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama penyakit terinfeksi virus corona pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap Satgas Covid-19 melalui data yang disampaikan kepada wartawan pada Selasa sore.

Data juga bisa diakses melalui situs Covid19.go.id yang diperbarui pemerintah setiap sore.

Data spesimen

Sebanyak 3.507 kasus baru Covid-19 diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 42.636 spesimen dalam sehari.

Jumlah pemeriksaan ini jauh melampaui target pemeriksaan 30.000 spesimen dalam sehari yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Pada periode yang sama, ada 22.511 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.

Total, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 2.715.346 spesimen dari 1.592.056 orang yang diambil sampelnya.

Dengan catatan, satu orang bisa menjalani pemeriksaan lebih dari satu kali.

Seorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) lima kabupaten/kota yang tercatat mengalami kenaikan risiko, sehingga saat ini ada 70 kabupaten kota dengan risiko tinggi dari pekan lalu sebanyak 65 daerah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Seorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Selasa (8/9/2020) lima kabupaten/kota yang tercatat mengalami kenaikan risiko, sehingga saat ini ada 70 kabupaten kota dengan risiko tinggi dari pekan lalu sebanyak 65 daerah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.(ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Pasien sembuh dan meninggal

Meski jumlah kasus terus meningkat, pemerintah berupaya menumbuhkan harapan dengan memperlihatkan banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh.

Dalam sehari, ada penambahan 2.660 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona.

Mereka dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang dianggap sudah sembuh mencapai 161.065 orang.

Akan tetapi, kabar duka masih melanda Indonesia dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Pada periode 14 - 15 September 2020, tercatat ada 124 pasien Covid-19 yang tutup usia.

Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 8.965 orang.

Selain kasus positif virus corona, pemerintah juga mengungkap bahwa saat ini ada 99.634 orang yang berstatus suspek.

Hingga saat ini, kasus Covid-19 sudah tercatat di semua provinsi atau 34 provinsi di Tanah Air, dari Aceh hingga Papua.

Secara lebih rinci, ada 493 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona. Jumlah ini bertambah dua daerah dibandingkan data kemarin.

Masyarakat Abai

Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono menilai, rekor penambahan kasus tersebut menjadi bukti masyarakat semakin abai dengan penerapan protokol kesehatan.

"Ini masyarakatnya sudah abai," kata Miko kepada Kompas.com, Kamis (10/9/2020).

Ia mengatakan, masyarakat harus kembali diingatkan bahwa Indonesia sedang mengalami pandemi Covid-19.

Miko pun menyarankan agar masyarakat juga diingatkan kembali mengenai bahaya jika terjangkit Covid-19.

"Dengan ditakut-takuti. Harus begitu. Ya artinya (ditakut-takuti seperti) kena Covid-19 akan mati dan lain sebagainya," ujarnya.

Selain itu, juga ia menyarankan agar daerah-daerah yang zona merah Covid-19 kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurut dia, ini perlu dilakukan agar penularan Covid-19 bisa ditangani pemerintah dengan baik.

"Harus ke pemdanya karena yang melaksanakan intervensinya pemdanya (pemerintah daerah) masing-masing. Kasus terbanyak dimana kemudian kabupaten yang merah harus PSBB lagi," ucap dia.

Tautan Artikel Kompas.com:UPDATE: Bertambah 3.507, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 225.030

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved