Breaking News:

Festival Museum Sumut 2020

Edy Rahmayadi Buka Festival Museum Sumut 17-19 September 2020

Festival Museum Sumatera Utara 2020 resmi dibuka hari ini, Kamis (17/9/2020) di Museum Negeri Sumatera Utara

Penulis: Kartika Sari | Editor: Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com - Festival Museum Sumatera Utara 2020 resmi dibuka hari ini, Kamis (17/9/2020) di Museum Negeri Sumatera Utara, Jalan HM Joni, Kecamatan Medan Kota.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membuka acara yang berlangsung selama 3 hari,  17-19 September 2020.

Festival Museum Sumut ini adalah penyelenggaraan tahun kedua.

"Dengan kondisi Covid yang sama-sama kita alami, kita harus lakukan kegiatan ini dengan sederhana. Seharusnya ini adalah promosi supaya rakyat yang datang bisa mengetahui apa itu Museum. Saya yakin banyak orang tak mengerti Museum," ungkap Edy.

Tambahnya, Edy juga berharap agar melalui Festival Museum ini, pihak pengelola Museum dapat berbenah agar masyarakat khususnya generasi muda tertarik untuk datang ke Museum.

"Hidupitu ada masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Untuk itu Museum harus segera berbenah diri untuk orang mengeluarkan dedikasi, imajinasinya," ujarnya.

Amatan Tribun Medan, Festival Museum tahun 2020 ini dilakukan dengan protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan di depan pintu masuk, pemeriksaan suhu tubuh dan wajib menggunakan masker.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa festival tahun ini tidak dapat mengundang seluruh stan seperti tahun sebelumnya.  

"Kalau tahun sebelumnya, peserta dan stan museum berasal dari kabupaten/Kota. Namun karena pandemi ini hanya ada beberapa museum yang turut meramaikan seperti Museum Negeri Sumatera Utara, Museum Perkebunan, dan Museum Batak Tomok," ungkap Ria.

Selain itu, Ria menuturkan bahwa dalam Festival ini, pihak keamanan akan memantau para pengunjung agar tidak terjadi pembludakan.  

"Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari, ya kita tidak mau membludak banyak gitu. Karena nanti satpam akan memantau, kalau sudah terlampau banyak akan di stop dulu dan mereka akan keluar dulu," pungkasnya.

(cr13/t r ibun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved