Breaking News:

Relokasi Pedagang Suvenir di Parapat Tuai Pro-Kontra, Open Stage Untuk Ruang Terbuka Hijau

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun merelokasi pedagang suvenir di sepanjang Jalan Pora-pora, ke Open Stage Pagoda Parapat.

HO
Pembongkaran kios suvenir di objek wisata Danau Toba Parapat, tepatnya di sepanjang Jalan Pora-Pora, Kelurahan Tigaraja. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun merelokasi pedagang suvenir di sepanjang Jalan Pora-pora, Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, ke Open Stage Pagoda Parapat.

Upaya penggusuran pun harus seluruhnya rampung pekan ini.

Camat Girsang Sipangan Bolon, Eva Tambunan menyampaikan sementara waktu, para pedagang akan melanjutkan aktivitas jual-beli ke Open Stage Pagoda.

Adapun lokasi lama, yakni trotoar Jalan Pora-pora akan dinormalisasi sebagai trotoar pada umumnya.

"Jadi ini proyek Kementerian PUPR, bahwa trotoar tempat lama para pedagang akan dimanfaatkan sebagai trotoar," ujar Eva.

Eva menjelaskan, sejumlah pedagang sudah sepakat untuk pindah.

Perpindahan ke lokasi baru ini pun dibantu oleh unsur Forkopimca Girsang Sipangan Bolon.

Adapun untuk pedagang yang masih bertahan, Eva menjelaskan upaya represif harus dilaksanakan. Sejumlah alat berat pun sudah dikerahkan guna merubuhkan kios suvenir.

"Seminggu ini harus kita pindahkan semua. Di tempat yang baru pedagang boleh pasang pacak jualan," ujarnya

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved