Breaking News:

Hingga Pencarian Hari Kedua, Dua Remaja Hanyut di Sungai Silo Beting Kisaran Belum Ditemukan

Dua remaja yang hanyut di Sungai Silo Beting, Kisaran pada Minggu (20/9/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, belum juga ditemukan sampai saat ini, Senin

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Juang Naibaho
HO
Petugas Basarnas Tanjungbalai Asahan dan BPBD Asahan melakukan pencarian dua korban hanyut menggunakan perahu karet, di kawasan Sungai Silo, Beting, Kisaran, Senin (21/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Dua remaja yang hanyut di Sungai Silo Beting, Kisaran pada Minggu (20/9/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, belum juga ditemukan sampai saat ini, Senin (21/9/2020).

Kedua korban adalah M Arif Rifai (18) warga Pondok Kucingan Kelurahan Lestari Kecamatan Kisaran Timur dan Fauziah (15) warga Jalan Ir Juanda Kisaran Timur.

Pada pencarian hari kedua, Senin (21/9/2020) hingga pukul 17.00 WIB, upaya tim gabungan dari Basarnas Tanjungbalai Asahan dan BPBD Asahan dibantu masyarakat belum membuahkan hasil.

Koordinator Pos SAR Tanjungbalai Asahan, Sukroadi Sastra Wijaya mengatakan, pencarian dua korban hanyut ini akan kembali dilanjutkan pada Selasa (22/9/2020).

"Hingga hari kedua pencarian, belum ada ditemukan dua orang korban. Pencarian akan dilanjutkan besok (Selasa)," kata Sukroadi, Senin.

Disebutkan Sukroadi, proses pencarian yang dilakukan, petugas menyusuri aliran Sungai Silo, Beting dengan menggunakan perahu karet LCR 40 PK.

Berdasarkan SOP, proses pencarian akan dilakukan selama tujuh hari, sejak hari pertama operasi pencarian.

"Metode pencarian yang dilakukan dengan membuat ombak mengginaka perahu, kemudian dengan cara menyisir di sepanjang aliran sungai, tempat korban pertama kali dinyatakan hilang," jelasnya.

Sementara, menurut saksi mata, kedua korban hanyut berawal ketika sedang mandi-mandi di aliran Sungai Silo, Beting, Kisaran, Minggu (20/9/2020).

Namun, nahas keduanya tiba-tiba terbawa arus sungai dan tenggelam sebelum sempat mendapat pertolongan dair rekan-rekannya.

"Awalnya mandi ramai-ramainya mereka. Dan disini pun memang biasanya ramai orang mandi-mandi. Mungkin akibat terlalu ke tengah dan nggak sanggup melawan arus, ya tenggelam. Karena di tengah itu dalam dan arusnya deras," ujar Khazali.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved