Soal Desakan Penundaan Pilkada Serentak 2020, Ini Kata Bawaslu Sumut

Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan mengakui adanya keraguan mengenai pelaksanaan Pilkada jika tetap digelar di tengah pandemi covid-19

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/Liska Rahayu
Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan saat diwawancarai di Kantor Bawaslu Sumut, Selasa (22/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.Com, MEDAN - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida R Rasahan mengakui adanya keraguan mengenai pelaksanaan Pilkada jika tetap digelar di tengah pandemi covid-19.

Ia mengatakan, Bawaslu meragukan soal keselamatan rakyat dan penyelenggara pemilu soal penyelenggaraan Pilkada. Kendati demikian, ia menyebut Bawaslu bukanlah pembuat kebijakan.

"Kita meragukan soal keselamatan rakyat dan penyelenggara pilkada, tetapi Bawaslu bukan pengambil kebijakan. Namun sudah diputuskan pilkada tetap dilanjutkan. Kami mau tidak mau harus tetap memerintahkan jajaran di bawah untuk melaksanakan pilkada," ujar Syafrida di kantor Bawaslu Sumut, Selasa (22/9/2020).

Ia mengatakan, tugas Bawaslu ada empat, yakni mengawasi, mencegah, tindakan dan menyelesaikan sengketa. Namun kali ini, tugasnya beetambah lagi, yakni melakukan penegakan protokol kesehatan.

Ditanya apakah menurutnya Pilkada layak dilanjutkan, Syafrida mengatakan sebelumnya sudah ada 7 bakal calon (balon) yang positif Covid-19. Sedangkan penyelenggara pemilu ada 4 orang yang positif Covid-19.

"Sedangkan penyelenggara ada empat orang, tapi sudah dinyatakan sembuh. KPU Sibolga ada dua. Penyelenggara saja sudah 6 positif dari hasil swab. Tapi kalau hasil rapid kita tidak tahu," jelasnya.

Ia pun mengatakan, dalam pelaksanaan tugas Bawaslu ke depannya, Bawaslu akan koordinasi dengan Gugus Tugas agar seluruh penyelenggara Pilkada dites swab. Hal ini agar penyelenggara pilkada tidak menjadi pembawa virus ke masyarakat.

"Namun kita tidak ada anggaran untuk itu. Tapi dikhawatirkan justru para penyelenggara yang jadi pembawa virus. Supaya mencegah itu, kita mau koordinasi dengan gugus tugas," katanya.

Ia pun meminta agar semua bapaslon maupun tim sukses untuk melakukan tes swab mandiri. Hal ini karena nantinya merekalah yang akan sering berinteraksi dengan masyarakat.

"Terkait bapaslon, kita berharap mereka secara mandiri, seluruhnya untuk swab. Karena mereka yang nantinya akan berhadapan dengan masyarakat luas," ujarnya.

(yui/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved