Breaking News:

Penampakan Boneka Pocong di Taman Budaya, Seniman Medan Siap Adakan Aksi Selama Setahun

Para seniman juga membuat aksi 1000 koin di pinggir trotoar sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk peduli terhadap gedung.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
PENAMPAKAN boneka mayat bernama Taman Budaya bin TBSU di depan Gerbang eks TBSU, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33, Medan, Kamis (24/9/2020). 

Tri bun-Medan.com, Medan - Ada penampakan unik di depan gerbang Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33, Kecamatan Medan Timur, Medan, Kamis (24/9/2020).

Amatan Tri bun Medan, tampak sebuah boneka jenazah dengan di atas peti yang dilapisi kain hitam.

Selain itu, di sekitar boneka jenazah tampak ada beberapa patung dan spanduk besar bertuliskan #SaveTamanBudaya.

Diketahui, properti jenazah dan spanduk besar ini sudah ada sejak Senin (21/9/2020) lalu hingga saat ini.

Afrion, Koordinator Forum Seniman Peduli Gedung Kesenian yang mengerakkan aksi ini mengungkapkan bahwa aksi ini dilakukan lantaran tidak adanya kejelasan bangunan eks Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) tersebut.

Sempat Berunjukrasa Lewat Kesenian, Seniman Minta Ketegasan Pemko Medan Terkait Gedung Taman Budaya

"Awalnya ini sebelum Akhyar bertemu dengan kita hari ini, kita kan menduga-duga terus mau diapakan Gedung Taman Budaya ini karena tidak ada kejelasan. Selain itu dugaan ini muncul lantaran UPT Taman Budaya ini pindah secara mendadak, maka kita buat aksi. Silahkan UPT Taman Budaya pindah, tapi bekas gedung yang selama ini ditempatinya harus menjadi gedung kesenian," ungkap Afrion.

Mengenai properti mayat di depan gerbang TBSU, Afrion sendiri menjelaskan bahwa TBSU diumpamakan sebagai wujud pocong menandakan TBSU sudah tiada.

"Kita buat simbolik bahwa Taman Budaya sudah mati, maka arealnya itu kita gantikan gedung kesenian. Kita sudah bangun kuburan namanya itu 'Taman Budaya bin TBSU'. Patung yang di depan itu simbol kebudayaan dan seniman yang mati. Sekarang Taman Budaya sudah dikuburkan menjadi pocong," ujarnya.

Selama belum ada kejelasan mengenai gedung eks TBSU, para seniman yang sehari-harinya berkegiatan di TBSU akan melakukan aksi hingga 25 September 2021.

Terkait Video Pembakaran Ulos, Berikut Ini Pandangan Tokoh-tokoh Budaya Batak

"Ini kita lakukan sebagai bentuk kekecewaan kita kepada pejabat daerah yang tidak memahami betapa pentingnya kesenian di Medan.Kalau gedung kesenian tidak ada, maka para seniman akan berkegiatan di jalan, itu yang akan kita lakukan di jalan," kata Afrion.

Selain properti jenazah, para seniman juga membuat aksi 1000 koin di pinggir trotoar sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk peduli terhadap gedung yang menjadi jantungnya kesenian di kota Medan ini.

"1000 koin akan kita serahkan kepada Pemko Medan dan areal gedung kita beli dengan menjadi Gedung Taman Budaya. Dan itu bukan uang seniman tapi masyarakat, jika Pemko menolak, akan kita musyawarah ke masyarakat apakah kita kasihkan ke yatim piatu," katanya.

TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Lebih Dekat Budaya Melayu di Sumatera Utara

"Atau itu untuk kebutuhan di gedung kesenian. Kalau harapan kita tidak terwujud, semua elemen masyarakat akan turun khususnya yang membutuhkan gedung kesenian," pungkas Afrion.

Aksi solidaritas pengumpulan koin ini tidak hanya dilakukan di Medan namun juga dilakukan oleh para seniman di Banda Aceh, Lampung, Pekanbaru, Jambi, hingga papua untuk menyerahkan ke Medan.(cr13/tri bun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved