Breaking News:

Kawasan Sekolah Masih Rawan Tempat Penjualan Rokok, Pemko Medan Akui Belum Ada Larangan

Ada beberapa jenis bentuk penjualan rokok yang dapat diakses anak-anak yang berada di sekitaran lingkungan sekolah.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA
PEMAPARAN Survei Tempat Penjualan Rokok di Sekitar Sekolah oleh Komnas Pengendalian Tembakau, Kamis (24/9/2020). 

Tri bun-Medan.com, Medan - Rokok di zaman sekarang ini bukan hanya dikonsumsi oleh orang dewasa namun kini sudah menyebar di kalangan anak-anak.

Namun, faktanya bahwa rokok kini tidak hanya dapat ditemukan di wilayah pasar ataupun lingkungan masyarakat namun di lingkungan pendidikan, diantaranya sekolah.

Berdasarkan data survey yang dipaparkan OK Syahputra Harianda selaku Ketua Badan Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) Medan mengungkapkan, ada beberapa jenis bentuk penjualan rokok yang dapat diakses anak-anak yang berada di sekitaran lingkungan sekolah.

Adapun jenis tempat penjualan rokok urutan pertama diantaranya berbentuk warung rokok dengan jumlah 84 tempat, kedua diduduki kios dengan 42 tempat dan toko kelontong dengan 19 tempat.

"Kemarin karena proses surveynya ini di tengah pandemi, memang ini sangat berpengaruh juga. Jika melihat langsung di sekolah, banyak warung yang hanya pakai meja saja tutup dan sekolah libur. Padahal menurut pedagang yang ada di sekitar situ, kalau sekolah tidak libur, jumlahnya ini malah lebih besar dan hampir di seluruh sekolah menjual rokok," ungkap OK dalam Peluncuran Hasil Survey Tempat Penjualan Rokok di Sekitar Sekolah, Studi Kasus : Jakarta, Medan, Banggai, Surakarta oleh Komnas Pengendalian Tembakau, Kamis (24/9/2020).

Bisa Habiskan Rp 595,6 Juta Sebulan, Mike Tyson Berhenti Merokok Ganja Jelang Hadapi Roy Jones Jr

Rokok berbahan dasar tembakau sendiri memiliki beragam jenis brand dengan pasar tersendiri. Adapun brand luar negeri yang paling banyak diminati pada urutan pertama yaitu Lucky strike dan brand lokal yaitu Gudang Garam Surya Premium.

Dalam segi model penjualan, OK menuturkan bahwa rokok ketengan yang paling banyak diminati oleh anak sekolah yang bahkan dijual di sekitar lingkungan sekolah tanpa ada pengawasan dari sekolah.

"Rokok secara ketengan secara masive dijual dengan 140 sampel tempat dan mereka juga tidak melarang anak-anak untuk membelinya padahal itu masih di depan gerbang sekolah tapi mereka tidak segan untuk membelinya karena tidak ada pengawasan dari pihak sekolah untuk melarang. Jadi anak-anak bisa dengan mudah mengakses rokok tanpa ada pengawasan sekolah," ujarnya.

Kuasa Hukum Dwi Sasono Beberkan Kondisi Kliennya Kini, Berhenti Merokok dan Setiap Hari Olahraga

Sejatinya, pada tahun 2014, Medan sendiri sudah menetapkan adanya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok dan Perwal untuk petunjuk pelaksanaan. Namun, OK menyayangkan bahwa kebijakan ini belum melakukan pelarangan terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok di luar ruang.

Selain itu, Ia juga menuturkan bahwa di kota Medan sendiri belum mengatur pelarangan penjualan rokok kepada anak di bawah umur dan ibu hamil.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved