Puting Beliung di Medan Labuhan, Belasan Atap Rumah Ambruk, Korban Buat Posko Sumbangan

Puting beliung di Jalan Rawe III, Lingkungan IV, Lorong Bengkel, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan mengakibatkan puluhan rumah rusak

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Korban puting beliung di Medan Labuhan berinisiatif untuk membuka posko sumbangan, Jumat (25/9/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bencana puting beliung di Jalan Rawe III, Lingkungan IV, Lorong Bengkel, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan mengakibatkan puluhan rumah rusak berat. Kerugian diperkirakan cukup besar.

Untuk menanggulangi hal tersebut, belasan KK yang tertimpa musibah berinisiatif untuk membuat posko donasi dengan membuat kotak sumbangan di tepi jalan di sekitar lokasi kejadian.

Korban puting beliung, Legiman mengungkapkan bahwa aksi sumbangan ini dilakukan untuk turut meringankan beban dalam pembelian bahan bangunan.

"Pagi tadi kita buka pukul 8 pagi, namanya inikan bencana. Kitapun tidak bisa menduga juga. Kalau bantuan dari pemerintah daerah kan juga tidak bisa langsung, jadi dari sumbangan ini hitung-hitung bantu untuk membeli kayu atau seng, jadi meringankan beban juga," ungkap Legiman, Jumat (25/9/2020).

Kondisi rumah warga setelah dihantam puting beliung di Jalan Rawe III, Lingkungan IV, Lorong Bengkel, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (25/9/2020).
Kondisi rumah warga setelah dihantam puting beliung di Jalan Rawe III, Lingkungan IV, Lorong Bengkel, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (25/9/2020). (T R IBUN-MEDAN.com/Kartika Sari)

Dilihat dari segi bangunan, kerusakan dapat dilihat cukup besar dengan runtuhnya seluruh asbes dan seng yang terbang. Legiman sendiri memprediksi kerugian yang diakibatkan angin puting beliung ini mencapai seratusan juta rupiah.

"Kalau paling berat itu rumah ini, tempat tidur ini entah bisa dipakai lagi atau enggak, kerusakan yang besar ya pasti dari bangunan ya. Kita anggap isi rumah itu ringan, cuma ini dari bangunan harganya tinggi kayak seng apalagi kayu ini," ujarnya.

Misdi, warga yang turut menjadi korban bangunan yang hancur ini mengatakan posko ini akan tetap dibuka selama masih membutuhkan bantuan untuk perbaikan.

"Kalau perbaikan ini belum selesai akan tetap kita buat gini aja. Kalau bantuan dari pemerintah kan pake proses, kalau seperti inikan entah ada donatur yang memberi kita terima berapa pun yang diberi. Bisa dibelanjakan untuk beli kayu atau seng ataupun kebutuhan lainnya, jadi gak berlarut-larut," kata Misdi.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved