Breaking News:

Berita Foto: Umat Hindu di Medan Rayakan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana

Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan).

Penulis: M Daniel Effendi Siregar | Editor: M Daniel Effendi Siregar
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang dirayakan umat Hindu dengan melakukan persembahyangan bersama. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang dirayakan umat Hindu dengan melakukan persembahyangan bersama.

Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan
Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang dirayakan umat Hindu dengan melakukan persembahyangan bersama. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Suasana hikmat begitu terasa dalam perayaan tersebut, puluhan umat hindu mengikuti rangkaian pelaksanaan hari raya kuningan dengan khusyuk yang dipimpin oleh Romo Mangku, Suroto yang duduk di sebuah pendopo. Di hadapan Romo Mangku Suroto tampak beberapa sarana-sarana sebagai pelengkap ibadah dalam perayaan Kuningan, diantaranya seperti buah kelapa, bunga-bunga, air, jajanan pasar, hingga kemenyan dan dupa.

Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan
Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang dirayakan umat Hindu dengan melakukan persembahyangan bersama. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Perayaan Kuningan ini jatuh pada hari Saniscara (Sabtu), Kliwon, wuku Kuningan yang dilaksanakan setiap 210 hari dengan menggunakan perhitungan kalender Bali. Dalam pelaksanaannya, Hari Raya ini sebagai bentuk pemujaan terhadap turunnya para dewa dan leluhur ke bumi.

Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan
Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang dirayakan umat Hindu dengan melakukan persembahyangan bersama. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Ketua Suka Duka Pura Agung Raksa Buana, I Wayan Dirga Yasa mengungkapkan bahwa sebelum Perayaan Kuningan juga turut dilakukan Perayaan Galungan 10 hari sebelumnya. I Wayan menjelaskan, dalam perayaan Galungan, umat Hindu berjuang untuk melawan segala bentuk keburukan dari diri sendiri.

Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan
Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang dirayakan umat Hindu dengan melakukan persembahyangan bersama. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Setelah 10 hari kemudian diperingati Hari Raya Kuningan. Prinsipnya Hari Raya Galungan sudah dapat melawan sifat Adharma yaitu keburukan dan berada pada sifat-sifar Dharma, selanjutnya yaitu mencapai kebahagiaan dan keberkatan. I Wayan menuturkan, filosofis perayaan Kuningan ini selain untuk bersyukur telah diberi kesejahteraan, perayaan ini juga sebagai pengingat jadi diri seseorang untuk selalu berbuat kebaikan.

Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan
Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang dirayakan umat Hindu dengan melakukan persembahyangan bersama. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Prosesi ibadah Perayaan Kuningan berlangsung tertib yang diikuti oleh Peserta ibadah atau Bhakta dengan melakukan rangkaian puja-pujaan yang disebut Puja Trisandya jelang penutupan pelaksanaan ibadah. Saras, umat Hindu yang turut ikut dalam ibadah Hari Raya Kuningan juga mengungkapkan rasa syukur dapat mengikuti perayaan ini walau di tengah pandemi.

Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan
Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Raksa Buana, Medan, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan merupakan rangkaian dari Hari Raya Galungan yaitu perayaan kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma" (kejahatan) yang dirayakan umat Hindu dengan melakukan persembahyangan bersama. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Jelang penutupan, para Bhakta juga diberi Tirta Penglukat, air yang berasal dari air kelapa. Hal ini diyakini dapat membersihkan diri dari hal-hal negatif seperti prasangka buruk dan kemudian pelaksanaan perayaan Kuningan ditutup dengan acara makan bersama. (sir/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved