Sekolah TK di Medan Mulai Terapkan Luring, Kepsek Sebut Agar Pendidikan Karakter Terpenuhi
Pembelajaran daring dinilai sangat tidak efektif dilakukan kepada anak-anak tingkat TK yang harusnya keseluruhan diisi dengan materi visual langsung
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) biasanya diisi dengan kegiatan dengan pola bermain dan visualisasi yang menyenangkan dari guru agar anak dapat menangkap pelajaran dengan mudah.
Namun, pandemi Covid-19 harus membuat instansi pendidikan, termasuk TK untuk mengikuti pembelajaran secara daring.
Tentu, hal ini akan berdampak terhadap sistem pembelajaran yang diterapkan oleh guru.
Satu diantaranya TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 25, Jalan Pelita II No 5, Kecamatan Medan Perjuangan yang harus melakukan pembelajaran secara daring sewaktu awal pandemi berlangsung.
Yusmaini, Kepala TK ABA 25 sendiri mengungkapkan bahwa pembelajaran daring sangat tidak efektif dilakukan kepada anak-anak tingkat TK yang harusnya keseluruhan diisi dengan materi secara visual langsung.
"TK ini tidak bisa melalui daring karena ia harus langsung. Jadi kalau belajar melalui daring, karakter anak tidak dapat karena karakter anak yang harus kita jaga. Jadi kalau kita melalui daring, karakter seperti sikap, perilaku, etika harus terpenuhi, bukan seperti pintar membaca, berhitung. Kalau itu di SD, karena disini pembentukan karakter," ungkap Yusmaini, Senin (28/9/2020).
Untuk memenuhi standar pemberian pengajaran karakter, Yusmaini menuturkan bahwa pembelajaran TK harus secara tatap muka.
Untuk melaksanakan hal tersebut, Yusmaini memberlakukan pengajaran tatap muka dengan maksimal 5 orang per hari.
"Kalau kita pakai jadwal satu hari lima, jadi kita hanya menanamkan karakternya saja. Ketika karakternya sudah tertanam ya mereka langsung pulang. Jadi bergantian hanya lima, sebagian orangtua gak sanggup juga mengajar di rumah, jadi mereka memohon juga," ujarnya.
Hal yang sama juga dilakukan TK Taman Harapan Medan yang akhirnya memilih belajar tatap muka sepekan lalu.
Rosni, Kepala TK Taman Harapan menuturkan bahwa hal ini dilakukan agar materi yang harus diajarkan secara langsung dapat terlaksana.
"Baru satu minggu kami buat seperti ini. Kadang online dan orang tua yang ngambil tugas. Orang tua murid banyak yang minta tatap muka, baru saja kita mulai," ujarnya.
Tambahnya, Rosni menuturkan bahwa TK dalam pembelajaran wajib memberikan materi secara visual. Hal ini dilaksanakan agar anak dapat ditanamkan nilai pembentukan karakter.
"Kalau normal pagi biasa bermain di luar atau di dalam, cara megang pensil. Sekarang tidak ada, hanya tatap muka penghapalan ayat pendek. Kami belum berani lama-lama, paling satu jam saja karena keadaan seperti ini. Anak-anak ini kepingin sekolah kata ibunya. Ini biar pembelajaran karakter mereka bisa didapat," ucap Rosni.
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sekolah-tk-mulai-tatap-muka.jpg)