Banjir Medan dan Sekitar Sumut

BANJIR Belum Surut, Anak-anak Sei Mati Minta Nasi Bungkus

di Lokasi anak-anak yang tengah bermain air meminta nasi bungkus karena mereka lapar setelah bermain sejak pagi

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Salomo Tarigan
T r ibun Medan
Ratusan rumah terendam banjir di pinggir Sungai Deli, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Rabu (30/9/2020). 

T R IBUN-MEDAN.com, Medan - Warga korban banjir di kawasan kelurahan Sei Mati mondar-mandir menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumahnya masing-masing pada Rabu (30/9/2020).

Sejumlah orangtua membereskan rumah dengan menggunakan sapu dan kerek agar lumpur yang sudah bertahan di lantai rumah dibawa arus air.

Di lokasi, anak-anak yang tengah bermain air meminta nasi bungkus karena mereka lapar setelah bermain hampir empat jam sejak pukul 7.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Suasana banjir di kawasan kelurahan Seimati, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun pada Rabu (30/9/2020)
Suasana banjir di kawasan kelurahan Seimati, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun pada Rabu (30/9/2020) (T R IBUN-MEDAN.com/Maurits Pardosi)

"Minta nasi bungkus lah, bang," ujar anak-anak yang tengah bermain bersama di kawasan banjir tersebut.

Bukan hanya anak-anak, kaum ibu juga sampai-sampai harus makan sambil jalan akibat rumahnya terendam.

Banjir di kawasan ini merupakan hal biasa sehingga masyarakat sudah tahu bahwa kalau hujan datang, kawasan tersebut pasti banjir.

"Iya, kalau dah hujan malam hari, inilah kejadiannya pasti banjir juga ini, makanya kita udah pasrah aja dengan kondisi seperti ini," ujar Ira (37), warga sekitar.

Anak kelurahan Sei Mati turun ke jalan untuk meminta sumbangan bantuan banjir di persimpangan Juanda, Rabu (30/9/2020).
Anak kelurahan Sei Mati turun ke jalan untuk meminta sumbangan bantuan banjir di persimpangan Juanda, Rabu (30/9/2020). (T R IBUN-MEDAN.com/Kartika Sari)

Kawasan padat penduduk ini juga sebagian sudah mengantisipasi banjir dengan menjadikan rumahnya lebih tinggi atau bahkan membangun lantai dua agar aman saat banjir.

"Biasanya di sini, ada rumahnya yang dibuat bertingkat, tapi masih banyak juga yang masih lantai satu, itulah yang paling payah kalau dah banjir," sambungnya.

Ira dan beberapa ibu yang tengah berada di lokasi banjir berharap ada bantuan dari pemerintah.

"Kita juga adanya bantuan dari pemerintah lah, banyak juga diantara kami yang belum sarapan padahala ini sudah tengah hari," lanjutnya.

Ratusan rumah terendam banjir di pinggir Sungai Deli, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Rabu (30/9/2020).
Ratusan rumah terendam banjir di pinggir Sungai Deli, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Rabu (30/9/2020). (Tribun Medan)

Hal sama juga disampaikan oleh Ahmadi (53), warga sekitar yang baru saja membeli sayur dan ikan dari warung untuk dimasak.

"Ini baru surut makanya agak bisalah masaknya, lama juga surutnya ini, ya beginilaj kalau dah banjir di sini. Sampai saat ini, masih banyak kami ini yang belum sarapan," pungkasnya.

(cr3/t r ibun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved