Breaking News:

Berkunjung ke Bawaslu, Harian Tribun Medan dan Bawaslu Sumut Diskusi Terkait Pemberitaan Paslon

Kampanye di media cetak dan elektronik sudah ada regulasinya. Namun mengenai teknis pelaksanaannya belum dijelaskan secara rinci.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/LISKA
PIMPINAN Harian Tribun Medan berfoto bersama pimpinan Bawaslu Sumut usai berdiskusi di Kantor Bawaslu Sumut, Rabu (30/9/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pilkada Medan 2020 telah memasuki tahapan kampanye terbuka sejak Sabtu (26/9/2020) lalu.

Dalam pelaksanaannya, kampanye pasangan calon (Paslon) kali ini dilakukan dengan aturan yang lebih ketat. Pasalnya Pilkada Serentak 2020 dilakukan di masa pandemi.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida R Rasahan mengatakan, ada banyak regulasi yang mengatur kampanye dan jalannya pilkada kali ini.

"Ada banyak sekali regulasi. Kita saja yang menelaahnya harus lebih memahaminya lagi. Belum lagi tuntas membaca regulasi yang ini, terbit lagi regulasi yang lain," ujarnya saat menerima kunjungan Harian Tribun Medan di Kantor Bawaslu Sumut, Rabu (30/9/2020).

Tidak hanya mengenai pelaksanaan pilkada, KPU juga mengeluarkan regulasi mengenai pemberitaan paslon di media. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi media massa dalam memberitakan masing-masing paslon.

Deklarasi Damai Pilkada Kota Medan, Bobby Punya 7 Komitmen, Akhyar Berharap Tidak Ada Pemain Baru

"Mengenai pemberitaan di media juga ada regulasinya. Cuma memang kami belum punya kesempatan untuk mengundang teman-teman media untuk diskusi bersama. Apalagi saat ini, di tengah pandemi, kampanye bisa juga menggunakan medsos," katanya.

Ia mengatakan, kampanye di media cetak dan elektronik sudah ada regulasinya. Namun mengenai teknis pelaksanaannya belum dijelaskan secara rinci.

Selain itu, di P-KPU Nomor 13 Tahun 2020 juga dijelaskan mengenai aturan kampanye yang boleh dan tidak diperbolehkan.

Syafrida mengatakan, Bawaslu tidak melarang media massa untuk memberitakan paslon. Namun, ada aturan yang harus diikuti media agar tidak berpihak kepada salah atau paslon.

"Kita tidak melarang media memberitakan paslon, dengan catatan porsi mereka harus dapat tempat yang sama. Misalnya hari ini A, besok B. Di podcast juga demikian," katanya.

Kampanye Hari Pertama Melanggar Protokol Kesehatan, Dua Kubu Paslon Sebut Besarnya Animo Masyarakat

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved