Stunting Masih Jadi Masalah di Kabupaten Langkat, Pemda Akui Masalah ini Sulit Dihilangkan

Kabupaten Langkat belum benar-benar bebas dari kasus stunting. Adapun stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak

Editor: Array A Argus
Ilustrasi 

T R I B U N-M E D A N.com,STABAT-Wakil Bupati Langkat Syah Afandin mengakui jika persoalan stunting (kondisi gagal pertumbuhan pada anak) sulit untuk dihilangkan.

Namun demikian, Afandin yang akrab disapa Ondim ini mengaku pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin menekan laju stunting di wilayahnya.

Untuk tahun 2020 ini, Ondim mengklaim angka stunting menurun di 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Langkat.

TERNYATA Orang Tua Perokok Anaknya Lebih Rentan Stunting

"Kasus stunting di Langkat sudah lebih baik, sebelumnya 53 persen.

Sejak tahun 2019 di Langkat berhasil turun menjadi 18 persen.

Hal ini dapat dicapai karena Langkat melakukan penanganan serius dengan mengambil langkah-langkah preventif dalam penanganan stunting," katanya, di hadapan Tim Stunting Pemprov, Selasa (29/9/2020).

Ia mengatakan, untuk menekan laju stunting di Langkat, seluruh puskesmas, posyandu balita dan posyandu ibu hamil digalakkan dalam upaya sosialisasi pencegahan.

Selain itu, Pemkab Langkat turut meminta Camat, Lurah, Kepala Desa, hingga Kepling melakukan pemantauan di wilayahnya masing-masing

Cara Mencegah Stunting, Perilaku Hidup Sehat Dalam Kehidupan Sehari-hari Jadi Keharusan

"Kami akui capain ini belum maksimal.

Saat ini Pemkab Langkat terus berupaya menekan angka stunting dengan target 10 persen di tahun 2020.

Langkah yang akan diambil, di antaranya melibatkan instansi dan pihak terkait, yaitu Bapeda, Dinkes, Dinsos, PMD dalam penanganannya," ungkapnya.

Senada disampaikan Kepala Bapeda Langkat Sujarno.

Katanya, intervensi pencegahan stunting di Langkat tahun 2020 dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden No. 72 tahun 2019, tentang rencana kerja pemerintah tahun 2019.

Pemerintah Sumut Belum Mampu Atasi Stunting, Dharma Wanita Minta Orangtua Perhatikan Gizi Anak

Dan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor 15 tahun 2018 tentang pemutakhiran rencana kerja pemerintah tahun 2019, tentang lokasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi.

"Pencegahan stunting juga berdasarkan surat Menteri Perencanaan Pembagunan Nasional/ Kepala Bappenas Nomor: B.198/M.PPN/D.5/PP.01.01/04/2019,

tentang penyampaian Kabupaten/Kota lokasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2019," jelasnya.

Ada 491 Kasus Balita Stunting di Medan, Berikut Kecamatan Tertinggi dan Terendah

Ketua Tim Penilai Stunting Pemprov Sumut Sukarni mengatakan, bahwa Kabupaten Langkat harus terus menguatkan koordinasi dan kerjasama antar OPD terkait.

Dia berharap Pemkab Langkat tetap maksimal untuk menurunkan stunting di tahun 2020 melalui aksi serta program yang tepat.(dyk)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved