Harga Cabai Rawit Turun Jadi Penyebab Terbesar Deflasi Sumut September 2020

Kota Medan tercatat deflasi 0,05 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,76 pada Agustus menjadi 102,71 pada September 2020

TRI BUN-MEDAN/SEPTRIMA
KEPALA Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Sumut, Dinar Butar-butar dalam Paparan Berita Resmi Statistik yang dilaksanakan secara live streaming di kanal YouTube BPS Pemprov Sumut, Kamis (1/10/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat tiga kota IHK di Sumatera Utara alami inflasi September 2020 yaitu Sibolga sebesar 0,29 persen Pematangsiantar sebesar 0,29 persen, dan Gunung Sitoli sebesar 1,00 persen.

Sementara dua kota lainnya yaitu Medan deflasi 0,05 persen, dan Padangsidimpuan deflasi 0,12 persen. Secara keseluruhan September ini Sumatera Utara mengalami deflasi 0,01 persen.

Dalam paparannya Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Sumut, Dinar Butar-Butar mengatakan deflasi terjadi karena adanya penurunan harga.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dan menjadi andil deflasi pada September 2020, antara lain cabai rawit dengan andil 0,0358 persen, angkutan udara dengan andil 0,0352 persen, telur ayam ras dengan andil 0,0312.

Tunawisma dan ABK Didata Serentak, BPS Turunkan 8 Tim Menyebar di 16 Titik

"Selain itu komoditas lainnya yang mengalami penurunan harga adalah parfum, jeruk, kentang, dan celana panjang jeans pria. Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada September ini, antara lain bawang putih, minyak goreng, tomat, ikan kembung/gembung, pisang, ikan asin teri, dan emas perhiasan,"ujarnya dalam Paparan Berita Resmi Statistik yang dilaksanakan secara live streaming di kanal YouTube BPS Pemprov Sumut, Kamis (1/10/2020).

Sementara Kota Medan tercatat deflasi 0,05 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,76 pada Agustus 2020 menjadi 102,71 pada September 2020.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,03 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen; kelompok transportasi sebesar 0,30 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,55 persen.

Sensus Penduduk 2020, BPS Sumut Ikut Mendata Tunawisma dan ABK di Kota Medan

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks yaitu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,09 persen.

Empat kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; dan kelompok pendidikan.

"Dari 24 kota IHK di Pulau Sumatera, 13 kota tercatat inflasi. Inflasi tertinggi di Gunungsitoli
sebesar 1,00 persen dan terendah di Pekanbaru sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh dan Tanjung Pinang sebesar 0,32 persen serta deflasi terendah di Bukittinggi sebesar 0,01 persen," pungkasnya. (sep/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved