Lagi-lagi Harga Emas Naik, Stok 0,5 hingga 1 Gram Laris Manis
Marketing Butik Emas Antam Logam Mulia Medan, Desi Prastika Nasution, mengatakan untuk emas berat 0,5 gram dan 1 gram stoknya terbatas.
TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Meskipun banyak jenis investasi, namun emas tetap menjadi pilihan beberapa kalangan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.
Harga logam mulia atau emas batangan produk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam pada Rabu (30/9) berada di angka Rp1.025.000 per gram. Harga ini mengalami kenaikan Rp2.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya (29/9), Rp1.023.000 per gram, sedangkan pada perdagangan Senin (28/9) masih diharga Rp1.015.000 per gram.
Marketing Butik Emas Antam Logam Mulia Medan, Desi Prastika Nasution, mengatakan untuk emas berat 0,5 gram dan 1 gram stoknya terbatas. Diakuinya untuk kepingan 0,5 gram dan 1 gram sejak tiga pekan terakhir selalu sold out ketika barang tersedia.
"Kalau untuk pembelian emas ini bisa dari WhatsApp dan juga website. Kalau dari whatsaap, ukuran 0,5 sampai 3 gram memang status sold out. Namun melalui website berat 2 gram, masih tetap ready," ujar Desi.
Ia menjelaskan sejak pandemi Covid-19, harga emas tidak stabil, bahkan pada 3 Agustus, harga emas sempat menyentuh angka Rp1.069.000 per gram. Harga tersebut menjadi tertinggi sepanjang tahun 2020.
• Harga Emas Naik Lagi, Emas Antam Hari Ini Rp 1.014.000 Per Gram, Buyback Rp 904.000 per Gram
Untuk pembelian emas, diakuinya, masih terus bertumbuh. Penjualan juga cukup tinggi dan setiap harinya dibatasi hanya 15 konsumen saja, dan saat ini sudah berkurang.
Untuk hari Rabu (30/9/2020), emas batangan yang tersedia hanya emas batangan 5 gram hingga 500 gram.
Harga emas 5 gram dibanderol Rp4.944.000, untuk emas batangan 10 gram dihargai Rp9.797.000, emas 25 gram senilai Rp24.326.000, emas 50 gram senilai Rp48.487.000.
Untuk harga buy back atau harga yang didapat jika pemilik emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut berada diharga Rp 907 ribu per gram.
Dalam kesempatan berbeda, pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Paidi Hidayat mengatakan dalam kondisi ekonomi yang mengalami resesi, investasi emas menjadi lebih menarik dan aman, karena masyarakat yang ingin menabung khawatir, apalagi suku bunga juga rendah, sehingga menjadi tidak menarik.
• Hari Ini Harga Emas Antam Anjlok, Turun hingga Rp 15 Ribu
Diakuinya, kondisi ekonomi resesi, tempat investasi termasuk bursa saham dan pasar keuangan, kurang menarik dan resikonya tinggi. Sehingga masyarakat mencari alternatif investasi yang baru, salah satunya emas.
"Emas ini lebih stabil dibandingkan pasar keuangan, saham atau perbankan. Namun ketika obat Covid-19 ditemukan, pandemi ini berakhir atau kondisi kembali normal, masyarakat akan beralih ke investasi seperti saham, pasar modal dan harga emas akan kembali turun," ujarnya.
Ia memperkirakan harga emas ini jika pun terus bergerak naik, hanya sampai akhir tahun saja. "Dan tahun depan mulai normal, orang akan beralih ke pasar saham, pasar keuangan dan investasi lainnya," kata Paidi. (nat/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/harga-emas-antam-medan-hari-rabu.jpg)