Breaking News:

Medan Bagian Utara Perlu Perbanyak Pohon untuk Tangkal Angin Kencang dan Puting Beliung

Pepohonan sangat penting untuk untuk memecah hembusan angin kencang dan tidak sampai menghantam pemukiman.

Editor: Liston Damanik
T R IBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Kondisi rumah warga setelah dihantam puting beliung di Jalan Rawe III, Lingkungan IV, Lorong Bengkel, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (25/9/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com  - Hujan deras disertai angin kencang telah merusak ratusan rumah di Medan bagian utara akhir September lalu. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan menyebutkan, angin kencang yang menghantam Kecamatan Medan Labuhan dan merusak 248 unit rumah.

Di Kecamatan Medan Deli, sebanyak 35 unit rumah rusak akibat dan Medan Marelan dua unit rumah rusak ringan.

Sofyan, Wakil Komandan Regu IV BPBD Medan berpendapat Medan Utara paling banyak terkena dampak angin kencang dan puting beliung lantaran di daerah itu jumlah pohon tinggi relatif sedikit.

Padahal, menurutnya, pepohonan sangat penting untuk untuk memecah hembusan angin kencang dan tidak sampai menghantam pemukiman.

 "Di Medan Utara ini masih minim untuk penghijauan dan punya ruang terbuka yang luas. Terlebih disana dekat dengan laut. Jadi kalau angin laut berhembus, melaju kencang saja. Disapu terus," katanya, Rabu (30/9/2020). 

Menurut Sofyan, salah satu langkah efektif untuk meminimalisir terjadinya puting beliung ini yaitu dengan menanam pepohonan, khususnya pohon kelapa. 

"Semalam kami sudah mitigasi supaya mengurangi efeknya. Mau kami tanami pohon kelapa. Walau tinggi, tapi pohonnya kan kuat," ujarnya. Sofyan menjelaskan alasan penanaman pohon kelapa begitu efektif lantaran dilihat dari tekstur tanah, hanya pohon kelapa yang dapat hidup di daerah pesisir. 

"Itu ada wacana kami untuk menanam pohon di pesisir itu. Disana sepertinya hanya pohon kelapa. Kalau yang lain tidak bisa karena tanahnya juga berpasir. Kalau di pesisir hanya pohon kelapa dan bakau. Itu sudah pernah kami survei," ucapnya. 

BPBD Kota Medan, katanya, agak terkendala dalam mendorong penghijauan di Medan utara lantaran minimnya lahan milik Pemko Medan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved