TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menilik 7 Rumah Adat di Sumut

Di Sumatera Utara terdapat beberapa rumah adat suku mulai Batak Toba, Pakpak, Simalungun, Mandailing, Nias, Karo, dan Melayu.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan
Huta Bolon 

Rumah adat Pakpak memiliki bentuk yang khas yang dibuat dari bahan kayu dengan atap dari bahan ijuk.

Setiap bentuk desain dari bagian-bagian Rumah Adat Pakpak tersebut memiliki arti tersendiri.

Jika diteliti dengan cermat dan diketahui maknanya, maka cukup dengan melihat rumah adat Pakpak akan bisa mendeskripsikan bagaimana Suku Pakpak berbudaya.

Bentuk dan Arti Rumah Adat Pakpak Sumatera Utara seperti Bubungan atap yakni bentuk melengkung, dalam bahasa daerah Pakpak-Dairi disebut “Petarik-tarik Mparas ingenken ndengel”.

Dengan artinya “Berani memikul resiko yang berat dalam mempertahankan adat istiadat”. Tampuk bubungan yang bersimbolkan “Caban”, artiny “Simbol kepercayaan Puak Pakpak”

Tanduk kerbau yang melekat dibubungan atap, artinya “Semangat kepahlawanan Puak Pakpak”.

Bentuk segitiga pada Rumah Adat Pakpak Sumatera Utara, artinya menggambarkan susunan adat istiadat Puak Pakpak dalam kekeluargaan yang terbagi atas tiga bahagian atau unsur besar sebagai berikut.

SENINA, adalah saudara kandung laki laki, BERRU, adalah saudara kandung perempuan, PUANG”, adalah kemenakan.

Dua buah tiang besar disebelah muka rumah “Binangun”, artinya “Kerukunan rumah tangga antara suami istri”.

Satu buah balok besar yang dinamai “Melmellon” Rumah Adat Pakpak Sumatera Utara yang melekat disamping muka rumah, menggambarkan “Kesatuan dan Persatuan dalam segala bidang pekerjaan melalui musyawarah, atau lebih tepat disebut “Gotong royong”.

Ukiran-ukiran yang terdapat pada segitiga muka Rumah Adat Pakpak Sumatera Utara yang bentuknya bermacam macam corak, dalam bahasa daerah Pakpak disebut Perbunga Kupkup, Perbunga kembang, Perbunga Pancur, dan sebagainya yang menggambarkan bahwa puak Pakpak pun berdarah dan berjiwa seni.

Tangga Rumah Adat Pakpak Sumatera Utara yang biasanya terdiri dari bilangan ganjil, 3 (tiga), 5 (lima) dan 7 (tujuh), menggambarkan bahwa penghuni rumah itu adalah keturunan raja (marga tanah), sebaliknya yang memakai tangga rumah genap, menandakan bahwa penghuni rumah tersebut bukan keturunan marga tanah (genengen).

Rumah adat suku Pakpak di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Rumah adat suku Pakpak di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. (HO/Steemitcom)

3. Rumah Adat Simalungun

Rumah adat simalungun berbentuk panggung dengan lantai yang sebagian disangga balok-balok besar berjajar secar horizontal bersilangan. Balok-balok ini menumpu pada pondasi umpak.

Dinding rumah agak miring dan memilliki sedikit bukaan/jendela. Atapnya memilliki kemiringan yang curam dengan bentuk perisai pada sebagian besar sisi bawah, sedang sisi atas berbentuk pelana dengan gevel yang miring menghadap ke bawah. Pada ujung atas gevel biasanya dihiasi dengan kepala kerbau.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved