Breaking News:

Akhyar-Salman Realistis, Bobby-Aulia Cukup 3,5 Tahun

Jabatan Kepala daerah hasil Pilkada 2020 hanya sampai 2024. Setelah itu akan dilaksanakan Pilkada serentak di seluruh Indonesia.

T R IBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Suasana banjir yang dimanfaatkan anak-anak untuk bermain di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Rabu (30/9/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Calon Wali Kota Medan Nomor Urut Satu Akhyar Nasution mengaku tidak mau berjanji muluk kepada masyarakat. Menurutnya, masa jabatan Wali Kota Medan periode berikutnya hanya 3,5 tahun. 

Sesuai UU No. 10 Tahun 2016 pasal 201 poin ke 7,  ditegaskan bahwa jabatan Kepala daerah hasil Pilkada 2020 hanya sampai 2024. Setelah itu akan dilaksanakan Pilkada serentak di seluruh Indonesia.

"Karena relatif singkat, maka saya harus menyusun skala prioritas untuk pembangunan Medan ke depan," katanya, Minggu (4/10/2020).

Ia berpendapat, jika ada kandidat lain yang berjanji bisa menyelesaikan permasalahan Kota Medan dalam waktu 3,5 tahun itu, maka itu tidak realistis. 

"Saya tidak mau membohongi warga Medan menawarkan mimpi yang tidak masuk di akal. Saya datang menawarkan gagasan yang realistis dan dapat diterima akal sehat," ujarnya.

Akhyar Nasution maju di Pilkada Kota Medan tahun 2020 berpasangan Salman Alfarisi. Kandidat nomor urut satu ini diusung oleh dua partai, yaitu PKS dan Demokrat. Saat mendaftar ke KPU Medan, Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi berjanji akan menjadikan Kota Medan sebagai kota yang aman sesuai visi mereka, yaitu Medan Kota Aman.  

"Visi kami terwujudnya Kota Medan yang cantik, bahagia warganya, nyaman kotanya," kata dia.  

"Kami akan meyakinkan kepada masyarakat bahwa Akhyar dan Salman akan mewakafkan diri untuk masyarakat Kota Medan. Kami akan meyakinkan itu kepada masyarakat Kota Medan," ujarnya.  

Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Kota Medan, Akhyar-Salman menyiapkan beberapa program terkait infrastruktur antara lain pembangunan taman sehat bersama, modernisasi pasar tradisional, serta pembangunan jalan, jembatan, dan drainase berbasis ilmu pengetahuan.

Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution meninjau akses menuju Islamic Centre Jalan Rawe VII, Martubung, Medan, Jumat (2/10/2020).
Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution meninjau akses menuju Islamic Centre Jalan Rawe VII, Martubung, Medan, Jumat (2/10/2020). (TRIBUN MEDAN/HO)

Mereka juga berniat membuat satu juta biopori, pompa air dan shelter kota, menvitalisasi dan memodernisasi sarana olahraga di ruang publik serta membangun ruang terbuka hijau baru, sarana dan prasarana olahraga di Medan bagian utara.

Program infrastruktur lainnya mencakup perbaikan destinasi pariwisata seperti kawasan Kota Tua dan Kolam Sri Deli. Mereka juga berjanji untuk menata dan mempercantik kawasan padat penduduk. 

Ratusan kendaraan melintas di kawasan Lapangan Merdeka, kawasan yang rawan mengalami kemacetan di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (20/11/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Ratusan kendaraan melintas di kawasan Lapangan Merdeka, kawasan yang rawan mengalami kemacetan di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (20/11/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Persoalan Komunikasi

Sekretaris Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Alween Ong menyebut waktu 3,5 tahun masa jabatan kepala daerah cukup untuk merealisasikan visi dan misi dari pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Bobby Nasution-Aulia Rachman.

Bobby Nasution-Aulia Rahman mengusung visi Terwujudnya Masyarakat Kota Medan yang Berkah, Maju, dan Kondusif. 

Pasangan nomor urut dua ini diusung oleh koalisi gemuk sebanyak delapan partai. Adapun di antaranya PDIP,  Gerindra, Golkar, Nasdem, PAN, Hanura, PSI, dan PPP.Ia menjelaskan, konsep yang disampaikan pasangan nomor urut dua itu sudah diperhitungkan secara matang.

Seorang wanita ini asik mencuci pakaian di tengah banjir luapan Sungai Deli saat Bobby Nasution blusukan, di Kelurahan Aur, Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/9/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Bobby Nasution blusukan, di Kelurahan Aur, Medan, Sumatera Utara, Rabu (30/9/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN)

"Kami sudah memetakan apa saja permasalahan di Kota Medan ini. Setelah kami kumpulkan, kami tarik benang merahnya dan ternyata yang menjadi permasalahan utama dari kota ini adalah komitmen," katanya, Senin (5/10/2020).

Ia mengatakan, janji-janji kampanye wali kota sebelumnya tidak terealisasi karena persoalan komunikasi.Menurut Alween, persoalan transportasi dan banjir di Medan tentu sudah teratasi jika pemimpin sebelumnya mampu berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Pembangunan bus rapid transit (BRT) system atau lebih dikenal dengan istilah busway, yang telah dicanangkan pemerintah pusat untuk Kota Medan misalnya, semestinya sudah berjalan saat ini.

"Begitu juga soal Islamic Center, yang sudah dijanjikan Eldin-Akhyar lima tahun lalu. Karena hanya mengandalkan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) Medan, ya sampai sekarang belum juga terealisasi," katanya. (yui)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved