Breaking News:

Petugas Gabungan Masih Cari Wisatawan yang Hilang di Pusaran Air Terjun Balala Simalungun

Personel gabungan dari unsur Forkopimda Kecamatan Raya masih mencari Endi Fernando, wisatawan yang hilang saat berlibur di Air Terjun Balala

TRIBUN MEDAN / HO
Petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap Endi Fernando, warga sekitar yang tenggelam di Air Terjun Balala Tarak Nionggang, yang berlokasi di Huta Silaou Tomuan, Nagori Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Selasa (6/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, RAYA - Personel gabungan dari unsur Forkopimda Kecamatan Raya dan masyarakat, masih mencari Endi Fernando, wisatawan yang hilang saat berlibur di Air Terjun Balala Tarak Nionggang di Huta Silaou Tomuan, Nagori Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.

Upaya pencarian terhadap Endi belum membuahkan hasil, sejak dikabarkan hilang Senin (5/10/2020) siang. Belakangan, menurut Kapolsek Raya, AKP Lintong Silalahi, Endi dikabarkan hanyut atau tenggelam di air terjun Balala tarak Nionggang.

"Senin, sekira Pukul 09.00 WIB, Polsek Pamatangraya mendapat informasi dari masyarakat Bongguran Kariahan perihal adanya orang tenggelam di air terjun Balala Tarak Nionggang," ujar Kapolsek, Selasa (6/10/2020) siang.

Kapolsek menyampaikan, pihaknya telah menghubungi BPBD simalungun, Basarnas, Koramil 14/Raya, Camat Raya dan Kepala Puskesmas Raya terkait kejadian tersebut.

Disampaikan Kapolsek, korban Endi Fernando saat itu tengah menikmati panorama air terjun bersama kelima orang temannya. Mereka sendiri masih warga sekitar yang sekadar melepas penat di lokasi kejadian.

Ihwal peristiwa ini, dua orang teman dari korban, Melanton Garingging dan Roni Purba semula hanyut dibawa pusaran air terjun. Melihat kedua temannya kesulitan, Endi mencoba menolong dengan melompat ke air.

Hanya saja, bukan menolong, Endi yang tidak bisa berenang justru tenggelam dalam pusaran air terjun. Sementara kedua temannya yang tadinya hanyut berhasil diselamatkan teman-temannya yang lain.

Upaya pencarian hingga berita ini diturunkan, masih belum membuahkan hasil. Adapun lokasi korban diduga masih berada di dasar lubuk air terjun.

"Kita masih melakukan pencarian di lapangan. Kebetulan di lokasi air terjun ini sedang turun hujan. Makanya kita masih tunggu reda," ujar Lontong kembali.

"Kita duga korban tertahan di bebatuan dasar air lantaran debit air menghujam ke bawah, dan menahan tubuh korban mengambang," pungkasnya.

(Alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved