Breaking News:

Penanganan Covid

Seratusan Santri Ponpes Baitussalam Sembuh dari Covid-19, Bupati Simalungun Beber Penanganannya

Pondok Pesantren (Ponpes) Baitussalam yang berlokasi di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun mengakhiri masa isolasi.

Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Bupati Simalungun JR Saragih saat menerima wawancara wartawan di Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Selasa (6/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pondok Pesantren (Ponpes) Baitussalam yang berlokasi di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun mengakhiri masa isolasi, usai ratusan santri yang mengenyam pendidikan dinyatakan bebas Covid-19.

Kabar baik ini disampaikan Bupati Simalungun JR Saragih saat ditemui wartawan di Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, Selasa (6/10/2020).

Ia menyampaikan, saat ini aktivitas ponpes berjalan seperti sedia kala.

"Di Pondok Pesantren itu, pemiliknya meninggal. Setelah meninggal, dia dinyatakan positif Covid-19. Setelah itu ada program pemerintah dari pusat bekerjasama dengan daerah, kami khususnya melakukan swab di situ karena itu kita anggap sangat rawan," ujar JR Saragih

Saat itu pemilik meninggal dengan status tanpa gejala, sehingga swab tes dilakukan pada 22 September 2020 lalu.

Pada saat swab, jelas JR Saragih, ada 200 lebih santri yang melaksanakannya, di mana hasilnya 136 orang dinyatakan positif Covid-19.

Melihat kondisi itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Simalungun menganalisa, apa yang sesungguhnya terjadi di ponpes.

"Lantas kita langsung bekerjasama dengan pondok pesantren dan mereka setuju bahwa anak-anak yang ada di situ cukup diisolasi. Kebutuhan kita siapkan, gizinya kita siapkan. Dan sekarang di situ tidak ada lagi yang positif. Jadi sudah berakhir dari isolasi. Sudah negatif semua," ungkap JR.

Bupati juga menerangkan kondisi pondok pesantren saat ini tidak ada yang gejala Covid-19.

"Pada saat pemiliknya meninggal, banyak santri bersentuhan sehingga kita buat sample dan pemetaan. karena ada juga yang pulang-pulang, kita lakukan juga rapid kepada orangtuanya," kata pria yang juga mantan prajurit TNI-AD itu.

(Alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved