Breaking News:

Terindikasi Korban Skimming, BNI Pastikan Dana Nasabah Telah Dikembalikan

Atas temuan tersebut, BNI memastikan dana nasabah yang terindikasi menjadi korban skimming akan dikembalikan pada kesempatan pertama.

Tribun Medan
Suasana layanan di Bank BNI. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memastikan dana sejumlah nasabah BNI KCP Tanjung Morawa telah dikembalikan. Tepatnya, dana dari sebanyak 35 nasabah telah selesai pengembaliannya pada kesempatan pertama.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Pemimpin Wilayah PT BNI Kantor Wilayah Medan Tri Satia Hadi pada Tribun Medan, Rabu (07/10/2020), terkait keluhan beberapa nasabah yang mengaku kehilangan uang dari dalam saldo tabungannya.

Besaran uang yang hilang pun beragam. Para nasabah sudah membuat laporan ke pihak bank tersebut.

Peringati Hari Batik, BNI Syariah Bagikan 7 Ribu Masker Batik dan Hand Sanitizer

"Pada hari Senin, 5 Oktober 2020, kami menerima pengaduan nasabah ke BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tanjung Morawa, yang menginformasikan bahwa mereka mendapatkan SMS notifikasi yang menginformasikan saldo rekening pada tabungannya berkurang," ujarnya.

Atas pengaduan tersebut, pihaknya telah melakukan penelusuran. Berdasarkan penelusuran diperoleh informasi bahwa telah terjadi indikasi skimming pada salah satu ATM di lokasi Tanjung Morawa pada periode September 2020.

"Atas temuan tersebut, BNI memastikan dana nasabah yang terindikasi menjadi korban skimming akan dikembalikan pada kesempatan pertama," katanya.

Skimming merupakan tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar nasabah melakukan penggantian PIN ATM secara rutin untuk menghindari terjadinya skimming.

"Kami mengimbau agar nasabah secara rutin mengganti PIN transaksi ATM-nya demi mengantisipasi terjadinya skimming tersebut," pungkasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, disebutkan, salah satu nasabah kehilangan uang itu yakni Riski (21) warga Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang. Ia menyebut, sadar uangnya hilang pada Sabtu, (3/10). Disebut kalau total uangnya yang hilang sebanyak Rp 1.950.000.

Riski menyebut kalau berdasarkan SMS banking yang ia terima, uang Rp 1 juta pertama kali ditarik pukul 20.28 WIB. Setelah mendapatkan SMS itu ia pun langsung bergegas ke ATM BNI yang ada di kantor BNI Simpang Kayu Besar. Ia mengaku, hanya kalah cepat selisih dua menit uangnya Rp 950 ribu berhasil ditarik lagi.

"Jaraknya sekitar 10 menit aja itu, udah buru-buru aku ke ATM. Jam 20.38 ditariknya lagi sementara aku sampai jam 20.40. Ya saat itu aku tanya sama Satpam katanya disuruh melapor. Ya kemarin aku datang mau melapor tapi ramai kali karena banyak juga yang kehilangan seperti aku," kata Riski.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved