Breaking News:

Antisipasi Banjir, Personel BPBD Binjai Sisiri Sungai Bersihkan Sampah, Ranting dan Tanah

Personel BPBD dikerahkan bergerak dari hulu hingga hilir-hikir sungai yang lokasinya berada di permukiman warga.

TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
TIM BPBD Binjai melakukan gotong royong pembersihan dan penyisiran dari hilir Sungai Bangkatan sebagai langkah antisipasi banjir, Rabu (7/10/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, BINJAI - Awal Oktober 2020, warga Binjai berduka diterpa bencana alam banjir sebagai dampak meluapnya sejumlah sungai.

Tiga ribuan warga Binjai di bantaran Sungai Bangkatan terpaksa berjibaku membersihkan perkakas rumah karena banjir yang terjadi sepanjang malam.

Langkah antisipasi banjir di musim penghujan pun dilakukan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai. Tim dikerahkan bergoyang royong membersihkan tiga anak sungai secara bertahap.

Terlihat BPBD Binjai membersihkan bagian rawa, mengangkat sampai dan batang-batang dan ranting kayu di aliran sungai.

Personel BPBD dikerahkan bergerak dari hulu hingga hilir-hikir sungai yang lokasinya berada di permukiman warga.

"Kami melakukan antisipasi banjir dengan pembersihan dan penyisiran sungai secara bertahap. Puluhan personel bergerak gotong royong dari hulu hingga hilir sungai. Hari ini di aliran Sungai Bangkatan," kata Kepala BPBD Binjai, Ahmad Yani, Rabu (7/10/2020).

Ibu-ibu Latihan Buat Eco-enzyme dari Sampah Organik

Humas BPBD Kota Binjai, Muhammad Surya mengatakan, pembersihan dan penyisiran sungai untuk memindahkan sampah, ranting kayu yang menyangkut. Selama ini menjadi dugaan penyebab air tergenang hingga meluap ke permukiman warga.

"Selain menyalurkan bantuan dari Pemko Binjai l, sudah dilakukan juga antisipasi pembersihan sejak kemarin. Pembersihan dan penyisiran dilakukan mulai dari belakang Pabrik Getah Lama di Binjai Selatan sampai ke Belakang Suzuya di dekat Titi Kembar," jelasnya.

Hilir Sungai Bangkatan terbilang masih banyak ranting dan kayu yang menyangkut sejak hujan deras disertai angin kencang.

Antisipasi ini diharapkan agar alur arus menjadi lancar normal.

"Hari ini BPBD melibatkan satu regu yang terdiri dari 20 personel. Tiap satu regu yang turun melakukan pembersihan turut didampingi kepala seksi, komandan dan wakil komandan regu menggunakan alat-alat yang dibutuhkan," jelasnya.

Mirisnya Hidup Suami Istri Lansia Ini, Terpaksa Tinggal di Bekas Kandang Ayam Penuh Sampah

Selain sampah dan ranting kayu, tumpukan-tumpukan tanah yang di tengah sungai juga dikeruk karena menjadi penghambat laju arus sungai. Karena diameter kedalaman sungai sangat penting agar arus lancar.

"Budaya disiplin menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya sangat penting. Kepada masyarakat kami mengimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai, kaena akan berdampak ke warga sendiri," pungkasnya. (dyk/tri bun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved