Breaking News:

Jelang Pilkada, Kapolres dan OKP di Samosir Ajak Warga Kembali ke Konsep Dalihan Natolu

Sesuai tema, Kapolres menyampaikan tujuan kegiatan ini dapat meningkatkan situasi Kamtibmas yang jondusif menjelang pelaksanaan pemilihan.

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ARJUNA
JAJARAN Polres Samosir dipimpin Kapolres Samosir AKBP M Saleh menggelar "coffee morning" bersama para tokoh masyarakat untuk mewujudkan Pemilukada Samosir yang damai. 

TRI BUN-MEDAN.COM, SAMOSIR -Jajaran Polres Samosir dipimpin Kapolres Samosir AKBP M Saleh menggelar "coffee morning" bersama para tokoh masyarakat maupun petinggi-petinggi Ormas Kepemudaan (OKP) di Ruang Aula Polres Samosir, Kamis (8/10/2020).

Sesuai tema, Kapolres menyampaikan tujuan kegiatan ini dapat meningkatkan situasi Kamtibmas yang jondusif menjelang pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 di wilayah Kabupaten Samosir.

Tak berlama-lama, Kapolres mempersilahkan forum untuk menyampaikan pandangannya terhadap lancarnya kelangsungan Pilkada di Samosir. Terlihat para tokoh agama, Ormas, tokoh adat, dan lapisan masyarakat lainnya satu persatu mengutarakan masukannya.

Marihot Simbolon, satu dari petinggi Ormas di Samosir menyampaikan kesepakatan untuk mensosialisasikan Pemilukada yang damai kepada para bawahannya.

Marihot meyakini, warga Samosir khususnya anggota organisasi yang dia naungi mampu meredam suhu panas Pilkada yang mungkin mulai naik dengan kembali ke pedoman hidup atau sistem demokrasi orang Batak "Dalihan Natolu".

"Apalagi kita masih diikat Dalihan Natolu," ujar Marihot.

Ketua DPRD Karo Siap Bongkar jika Ada ASN Tidak Netral di Pilkada

Demikian juga disampakan petinggi-tinggi ormas lainnya seperti Fernando Sitanggang, Jimmy Simbolon, Junjungan Marpaung dan lainnya.

"Saya berharap, setelah selesai kegiatan ini semua kita menyampaikan ke masing-masing kelompok," ujar Junjungan Marpaung.

Sementara itu, Fermando Sitanggang menganjurkan agar jajaran Polres Samosir juga menertibkan akun-akun palsu serta pihak-pihak yang bersengaja memosting konten ujaran kebencian.

Usai Dipukul Mundur Polisi, Massa di Medan Kembali Satukan Barisan, Tetap Gigih Tolak UU Cipta Karya

"Tiap individu kami bebas menentukan pilihan. Kita ciptakan Samosir yang Kondusif apalagi kita tidak terlepas dari Dalihan Na Tol
Kalau bisa akun palsu dan ujaran kebencian di Media Sosial ditertibkan terlebih dahulu,"anjur Fernando.

Menyikapi masukan-masukan tokoh masyarakat, Kapolres Samosir AKBP M Saleh memastikan menyerap masukan-masukan tersebut.

Kapolres berharap, seluruh petinggi-petinggi Ormas memegang komitmen untuk menciptakan Pemilukada yang damai di Samosir.(jun-tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved