Breaking News:

Koperasi Ditarget Masuk dalam Ekosistem Ekonomi Digital

Salah satu target Kementerian Koperasi dan UKM ke depan adalah mengembangkan koperasi modern.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
DEPUTI Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Rulli Nuryanto dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Kamis (8/10/2020). Ia mengatakan salah satu target Kementrian Koperasi dan UKM ke depan adalah mengembangkan koperasi modern. 

TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN- Kementerian Koperasi dan UKM mencatat baru sekitar 0,73 persen koperasi di Indonesia yang memiliki halaman website. Untuk itu koperasi di Indonesia didorong agar terus memanfaatkan teknologi informasi salah satunya dengan Gerakan Inovasi dan Tranformasi Digital Koperasi.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Rulli Nuryanto dalam konfrensi pers yang digelar secara virtual, Kamis (8/10/2020).

Salah satu target Kementerian Koperasi dan UKM ke depan adalah mengembangkan koperasi modern.

"Bagi saya salah satu tolak ukur ketika berbicara koperasi modern adalah mampu memanfaat teknologi informasi dalam kehidupan koperasi sehari-hari. Bisa jadi sudah banyak koperasi yang bisa memanfaatkan teknologi informasi ini. Namun mungkin kita belum saling tahu," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data hingga saat ini dari sekitar 123 ribu unit koperasi, yang sudah memiliki alamat website baru 900an koperasi atau 0,73 persen.

"Artinya masih banyak PR (Pekerjaan Rumah) kita untuk mendorong koperasi-koperasi ini agar bisa masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital," lanjutnya.

Kasus Gagal Bayar Koperasi Diproyeksi Meningkat Karena Pandemi Covid-19

Gerakan Inovasi dan Tranformasi Digital Koperasi merupakan langkah yang strategis karena melalui gerakan ini akan di launching sebuah portal yakni IDXCOOP. Portal ini sebagai rumah besar untuk koperasi saling berinteraksi berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi ini.

"Jadi portal ini nanti bukan hanya untuk saling berinteraksi, tapi juga bisa menjadi perpustakaan pengetahuan dan praktik-praktik terbaik dari koperasi-koperasi yang sudah berinovasi dan menerapkan digitalisasi dan teknologi informasi ini," katanya.

Portal IDXCOOP ini akan diluncurkan pada 10 Oktober 2020. Hingga saat ini koperasi yang sudah siap untuk aktif dalam Gerakan Inovasi dan Tranformasi Digital Koperasi sudah mencapai sekitar 310 koperasi dari 14 provinsi.

"Angka ini masih terus bergerak. Kita harapkan koperasi yang sudah masuk ke portal ini bisa langsung memanfaatkan portal ini," katanya

Gandeng Kementerian Koperasi, Pelni Kaji Tarif Khusus untuk Muatan Produk UMKM

Pihaknya berharap angka ini akan terus bertambah. Ditargetkan hingga akhir tahun 500 koperasi masuk ke dalam portal ini. Hal ini diharapkan akan terus bergulir hingga tahun mendatang.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan mengatakan koperasi bisa hidup selama tiga abad belakangan karena bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Selain perkembangan teknologi yang cepat, pandemi Covid-19 juga turut mendesak agar dilakukan optimalisasi digital dalam koperasi.

"Digital bukan sekadar menghindari adanya kontak fisik tapi juga menciptakan tingkat efisiensi dan skala ekonomi yang lebih baik pada anggota koperasi maupun koperasinya sendiri. Sehingga digitalisasi ini sangat penting ke depan," pungkasnya. (sep/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved