News Video

Kapolda Irjen Pol Martuani Sormin Angkat Bicara terkait Pelemparan Batu dari Atas Gedung DPRD Medan

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin angkat bicara terkait oknum di atas gedung DPRD Medan yang melempari massa dengan batu

T R I B U N - MEDAN.COM - Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin angkat bicara terkait oknum di atas gedung DPRD Medan yang melempari massa dengan batu.

Jenderal bintang dua ini mengaku sudah mendapat identitas kedua pelaku pelemparan.

Pelaku melempar massa yang melakukan aksi Tolak UU Omnibuns Law Cipta Kerja agar terprovokasi.

"Ada yang melempari kelompok mahasiswa dari atas. Saya pastikan kalau kita sudah mengetahui identitas pelakunya dan akan kita periksa, itu bukan polisi," kata Irjen Pol Martuani Sormin.

Martuani mengungkapkan motif pelemparan tersebut untuk memprovokasi pengunjuk rasa agar ricuh dan anarkis.

Tonton video:

Usut Pelaku Pelemparan

Media sosial diramaikan dengan video amatir yang memperlihatkan oknum di atap gedung DPRD Medan yang melempari demonstran dengan batu.

Demonstran saat itu sedang melakukan Aksi Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

Hingga saat ini belum diketahui siapa oknum yang melempari batu tersebut.

"Astagfirullahalazim, di atas sana ada pelemparan batu, di atas gedung DPRD Kota Medan, lihat ada oknum ya kita tidak tau dia siapa, itu kepala jelas-jelas sekali," tutur lelaki yang memvideokan.

Sontak saja video tersebut viral dan menjadi pertanyaan bagi warganet sebab saat itu kawat berduri sudah dipasang mengelilingi DPRD Medan.

T r i bun Medan mencoba mengonfirmasi hal ini ke Ketua DPRD Medan Hasyim, namun telepon dan pesan WA wartawan tidak mendapat balasan.

Menanggapi video viral tersebut, Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudianto Simangunsong, mengatakan perlu diusut siapa pelaku pelemparan dan motivasi melakukan hal itu.

"Tentang adanya pelemparan batu kepada massa demonstran kami pikir perlu diusut motivasinya, dan diselesaikan dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan," katanya, kepada T r i bun Medan, Jumat (9/10/2020).

Politisi partai PKS tersebut mengatakan, sejak awal Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja sudah ditolak oleh berbagai elemen masyarakat.

Sehingga katanya harusnya pemerintah dapat merespon aksi yang dilakukan warga di berbagai kota di Indonesia.

Sementara itu, seorang mahasiswa yang ikut unjuk rasa, Mika mengaku terkejut melihat video viral tersebut, ia pun mengaku tidak menyangka hal tersebut bisa terjadi.

"Aku liatnya di instagram, kaget karena kok bisa ya begitu, ngeri juga ada yang lempar batu dari atas DPRD Medan. Padahal kami niatnya memang aksi damai," katanya.

Demonstran lainnya Lukman mengaku tidak melihat langsung kejadian tersebut di lokasi, melainkan melalui sosial media, sebab ia mengaku saat aksi posisinya berada di DPRD Sumut.

Namun ia menyayangkan hal tersebut terjadi, ia pun pesimis kasus tersebut diusut.

"Kalau bisa diusut ya diusut, sekarang siapa yang mau ngusut? Polisi aja semalam nembakin kita pakai gas air mata, padahal kita aksi damai. Akhirnya kondisi itu memancing kemarahan sebagian massa pendemo. Kalau mau mengusut baguslah," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved