Breaking News:

Pohon Tumbang Menimpa Rumah Sofyan, Sudah Berkali-kali Minta ke Kantor Kelurahan supaya Ditebang

Menurut Sofyan, ia sampai menggadaikan surat rumah untuk dapat memperbaiki rumahnya yang hancur akibat kebakaran dan ditimpa pohon tumbang.

KARTIKA/TRIBUN MEDAN
Kondisi rumah Sofyan pascatertimpa pohon tumbang di Jalan Sukamulia, Aur, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (11/10/2020). 

MEDAN, TRIBUN - Sofyan, warga Jalan Sukamulia, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, selama beberapa hari terakhir dihantui kekhawatiran rumahnya kembali ditimpa pohon rubuh.

Pekan lalu, batang pohon rubuh menimpa rumahnya dan tetangga.

Menurut Sofyan, pohon yang tumbuh di tengah rumahnya itu mati dan akhirnya lapuk setelah dimakan api saat kebakaran pada awal tahun.

"Kami buat laporan, enggak ada respon dari lurah. Lalu, dua bulan lalu tumbang pohon yang lapuk ini. Belum ada juga respons dari lurah. Sebelum tumbang ini, kami juga ajukan laporan untuk pemotongan pohon. Sudah bolak-balik lapor ke kelurahan," ungkap Sofyan, Minggu (11/10/2020).

Akibatnya, atap rumah habis tertimpa pohon dan barang-barang elektronik seperti kulkas remuk.

Menurut Sofyan, ia sampai menggadaikan surat rumah untuk dapat memperbaiki rumahnya yang hancur akibat kebakaran dan ditimpa pohon tumbang.

"Kalau dihitung, kerugiannya banyak. Sampai gadaikan surat rumah biar bisa bangun dari awal balik sejak kebakaran lalu. Barang elektronik habislah mulai dari TV, kulkas, kipas, habis semua. Ini lagi kena pohon tumbang. Makin rusak barang-barang," tuturnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan, M Husni mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan ke rumah Sofyan.

"Kami sudah cek. Tapi ada rumah di situ. Jadi pohonnya tumbuh di antara rumah. Kami tidak bisa memotong karena ada rumah itu. Mobil tangga enggak bisa menggapai itu karena ada rumah di tengah-tengah," ungkapnya.

Husni mengatakan, pihaknya masih berupaya memikirkan solusi atas permasalahan ini.

"Kami sedang koordinasi dengan Bu Lurah supaya rumah ini dibongkar dulu, lalu kita bisa tebang. Karena selain tangga tidak sampai ya akan mengenai rumah warga juga," ujarnya.

Husni pun mengimbau kepada warga untuk menghindari pembangunan bangunan di dekat pohon besar agar tidak terjadi kasus serupa.

"Kami harap perangkat wilayah juga bisa menghimbau ke masyarakat mengenai hal ini," pungkasnya. (cr13)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved