Kementrian Perdagangan Kerjasama dengan Perhotelan, Siap Serap Pernak-pernik Produk UMKM

Untuk sementara pilot project nya diharapkan di enam daerah yakni Bali, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Jakarta.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
DIREKTUR Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra dalam diskusi virtual Sosialisasi Lomba Video Pernak Pernik Unik Bangga Buatan Indonesia, Senin (12/10/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN - Dalam waktu dekat Kementerian Perdagangan akan melakukan MoU dengan salah satu grup hotel yang ada di Indonesia. MoU ini dilakukan agar grup hotel tersebut menyerap produk-produk UMKM khususnya pernak-pernik.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra dalam diskusi virtual Sosialisasi Lomba Video Pernak Pernik Unik Bangga Buatan Indonesia, Senin (12/10/2020).

Bukan hanya menyerap, tapi juga meminta space untuk pelaku UMKM bisa meletakkan produknya dan dijual di hotel.

Sedangkan di daerah nanti pihaknya akan kerja sama dengan dinas yang membidangi perdagangan di pemerintahan provinsi maupun pemerintah kota.

Untuk sementara pilot project nya diharapkan di enam daerah yakni Bali, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Jakarta.

"Selama ini persoalan UMKM selain kualitas produk, kuantitas produksi, dan yang paling utama adalah pasar. Nah sekarang kita sudah buka pasar dan kita juga men trigger para pemerintah daerah. Mudah-mudahan semua fasilitas akomodasi perhotelan yang ada di daerah bisa memanfaatkan dan menyerap produk-produk yang dibuat oleh UMKM terutama mikro dan kecil," katanya.

Untuk persoalan akses permodalan, dalam hal ini Kementrian juga menggandeng bank BNI.

Baca juga: Hotel Pasarkan Pernak-pernik UMKM, Kemendag-Grup Hotel Teken MoU

"Jadi pasarnya dan permodalan sudah kita siapkan. Tinggal bagaimana UMKM nya saja. Kita juga akan mohon kerjasama dengan komunitas UMKM untuk mengasistensi dan memontoring anggota komunitas sehingga kita bisa sama-sama," katanya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat untuk semakin bangga dan membeli produk Indonesia.

"Kita tidak mungkin membendung produk impor kalau tidak kita bendung bersama. Jadi kalau enggak dibeli otomatis ekspornya akan terhenti. Tapi kalau kita tidak punya kebanggaan dan cinta produk dalam negeri apalagi beli. Jadi kami imbau untuk bangga produk Indonesia dan membeli produknya," ujarnya.

Ia mengatakan pernak-pernik memang bukan produk yang dicari setiap hari. Persoalan lainnya pernak-pernik unik tidak ada standar harganya apalagi kalau desainnya begitu bagus. Untuk itu pihaknya melakukan berbagai upaya untuk bisa memasarkan produk pernak-pernik ini hingga ke luar negeri.

"Jika ingin berjualan secara online bisa mengikuti virtual exhibition Kementrian Perdagangan yang sampai saat ini UMKM nya terus bertambah dan juga di link dengan perwakilan di beberapa negara. Kita juga minta teman-teman di luar negeri untuk bantu mempromosikan, karena produk etnik di Indonesia ini juga cukup bagus pasarnya di luar negeri," katanya.

Sedangkan untuk offline, ada program pameran offline untuk membantu memasarkan produknya seperti di pusat-pusat perbelanjaan.

Baca juga: 18 UMKM Dapat Pembiayaan Rp 4,71 Miliar Lewat Pameran

Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Ida Rustini mengatakan untuk memotivasi UMKM khususnya pernak pernik unik pihaknya membuat lomba video. Tujuannya agar UMKM dapat mempromosikan produknya secara virtual dan dipromosikan melalui market place dan sebagainya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved