Breaking News:

Update Covid19 Sumut 14 Oktober 2020

Janji Pemerintah Pusat Tak Kunjung Terwujud, Pemkab Taput Terkendala Tangani Covid-19

Jumlah warga terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menunjukkan tren peningkatan.

TRIBUN MEDAN
Petugas kesehatan beraktivitas di ruang deteksi polymerase chain reaction (PCR) laboratorium biomolekuler Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) milik Pelindo I di Jalan Stasiun Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang bisa memeriksa sedikitnya 50 pasien bantuan Kementerian BUMN tersebut diharapkan dapat mengetahui hasil lebih cepat untuk mendeteksi virus COVID-19 khususnya di Medan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPUT - Jumlah warga terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menunjukkan tren peningkatan.

Kadis Kesehatan Taput dr Janri Nababan menegaskan, satu faktornya karena bantuan Cartridge Sars Cov2 sesuai yang dijanjikan pemerintah pusat tak kunjung terealisasi.

"Kita jadi susah sekarang, seharusnya kita sudah bisa mengeluarkan hasil swab test berkat keberadaan alat TCM. Sekarang harus mengirim sampel ke Dinkes Sumut dari pasien yang di-swab test," ujar dr Janri di Tarutung, Rabu (14/10/2020).

Pemkab Taput, kata dia, dalam hal ini seolah termakan janji oleh pemerintah pusat.

Persoalannya, Bupati Nikson Nababan sudah berulang menyampaikan keluhan ke Pemerintah Pusat.

"Pak Bupati ketika di Jakarta kemarin mengeluhkan ke salah satu anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka. Bahkan langsung menelepon Menkes, jawabannya nihil karena Cartridge itu buatan Amerika sehingga barangnya sangat terbatas," sebut dr Janri.

Ia menyebutkan, saat ini warga yang terkonfirmasi Covid-19 sudah mencapai 63 orang.

Adapun warga yang terpapar di ruang isolasi RSUD Tarutung mencapai 23 pasien dengan rincian 17 warga Taput, 1 warga Jawa Barat, 1 warga Banten, 3 warga Simalungun dan 1 warga Tebingtinggi.

Kosongnya Cartridge Sars Cov2, kata Janri, tentu menjadi masalah bagi Dinkes Taput.

Seharusnya RSUD Tarutung yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 mampu mengeluarkan hasil swab test.

"Sudah sejak lama kosong, kita sangat kesulitan untuk menyimpulkan hasil swab test dari pasien yang dinyatakan reaktif hasil rapid test. Kalau sebelumnya hasilnya bisa dicek di sini, sekarang kita nunggu lagi semua hasilnya dari laboratorium yang dihunjuk Dinkes Provinsi, Saya berharap kekosongan Cartridge ini tidak selamanya," ujar dr Janri.

(Jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved