Breaking News:

Update Covid19 Sumut 14 Oktober 2020

KABAR DUKA, Dokter di Taput Meninggal Akibat Covid-19, Sempat Dirawat 8 Hari di RSUD Tarutung

Kabar duka tenaga medis meninggal dunia akibat covid-19, datang dari Tapanuli Utara (Taput).

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/ALIJA
TENAGA medis RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar memakamkan seorang pasien dengan protokol kesehatan di kompleks pemakaman mister X, Selasa (1/9/2020). 

Kosongnya Cartridge Sars Cov2, kata Janri, tentu menjadi masalah bagi Dinkes Taput.

Seharusnya RSUD Tarutung yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 mampu mengeluarkan hasil swab test.

"Sudah sejak lama kosong, kita sangat kesulitan untuk menyimpulkan hasil swab test dari pasien yang dinyatakan reaktif hasil rapid test. Kalau sebelumnya hasilnya bisa dicek di sini, sekarang kita nunggu lagi semua hasilnya dari laboratorium yang dihunjuk Dinkes Provinsi, Saya berharap kekosongan Cartridge ini tidak selamanya," ujar dr Janri.

Baca juga: Waduh Indonesia Masuk 10 Negara Pengutang Terbesar, DPR Beri Komentar Menohok, Sebut Masuk Waspada

Diberitakan Tribun-medan.com sebelumnya, dokter di Medan yang meninggal dunia akibat covid-19 kembali bertambah.

Terakhir dokter spesialis bedah anak, dr. Mahyono, SpB, SpBA yang meninggal dunia di Rumah Sakit Royal Prima, Kamis (1/10/2020).

Dokter yang sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran USU ini sudah menjalani perawatan lebih dari satu minggu.

Kabar duka ini dibenarkan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan dr. Wijaya Juwarna SpTHT-KL.

“Benar. Beliau sempat dirawat 10 hari di RS Royal Prima,” ujar Wijaya, Kamis (1/10/2020).

Dikatakannya, sampai saat ini sudah 14 Anggota IDI Medan yang gugur akibat terpapar Covid-19.

"Hingga saat ini sudah 14 orang anggota kita meninggal dunia akibat covid-19," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved