Breaking News:

Update Covid19 Sumut 14 Oktober 2020

KABAR DUKA, Dokter di Taput Meninggal Akibat Covid-19, Sempat Dirawat 8 Hari di RSUD Tarutung

Kabar duka tenaga medis meninggal dunia akibat covid-19, datang dari Tapanuli Utara (Taput).

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/ALIJA
TENAGA medis RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar memakamkan seorang pasien dengan protokol kesehatan di kompleks pemakaman mister X, Selasa (1/9/2020). 

Dalam tahap pencegahan, Wijaya berulang kali menekankan enam hal. Pertama, ia menuturkan bahwa petugas medis wajib menggunakan Alat pelindung diri atau APD yang standar.

Kedua, Wijaya mengatakan perlu pemisahan Rumah Sakit yang menangani covid-19 dan non covid-19.

Ketiga, ia menilai perlunya menekankan pada Protap rumah sakit yang harus melakukan penjadwalan khusus bagi tenaga kesehatan.

"Saya menekankan Rumah Sakit harus melakukan penjadwalan jaga petugas kesehatan agar tidak kelelahan dan beresiko tertular," katanya.

Keempat, ia juga menyarankan agar dokter yang berusia di atas 50 tahun untuk lebih banyak beristirahat dan mengatur jadwal dalam bekerja.

"Sejawat dokter yang berusia di atas 50 tahun agar mengatur waktu polinya tidak setiap hari, sehingga masih ada waktu untuk beristirahat dan berolahraga," tuturnya.

Untuk para dokter yang memiliki penyakit penyerta, Wijaya menyarankan untuk tidak membuka praktik sepanjang bulan September dan Oktober.

"Kami juga sarankan untuk sejawat dengan penyakit penyerta puasa dulu jangan berpraktik selama bulan September dan Oktober 2020 ini," katanya.

Kelima, Wijaya mengatakan bagi para dokter yang menangani covid-19 agar bisa lebih fokus dan rotasi istirahat yang teratur dan cukup.

"Sejawat yang langsung menangani pasien covid-19 diharapkan fokus saja, hindari menangani pasien non covid-19. Ada sistem rotasi 2 minggu kerja dan 2 minggu istirahat," tambahnya.

Dan yang terakhir untuk masyarakat, Wijaya menyarankan untuk menghindari berkunjung ke rumah sakit khusus nya selama bulan September dan Oktober 2020.

"Masyarakat diharapkan jika tidak emergensi kali hindari berkunjung ke RS selama bulan September dan Oktober 2020," pungkas Wijaya.

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved