Breaking News:

Kerap Longsor, Polisi Siapkan Dua Opsi Atur Lalu Lintas Siantar-Parapat

Personel kepolisian dari Polsek Dolok Panribuan melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Umum Km 30, Siantar-Parapat

Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/HO
Personel kepolisian mengawal proyek pengerukan dinding perbukitan di Jalan Umum Siantar-Parapat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Personel kepolisian dari Polsek Dolok Panribuan melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Umum Km 30, Siantar-Parapat, persisnya di Nagori Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/10/2020) siang.

Pengalihan arus dilakukan mengingat upaya pengerukan dinding bukit jalan lintas ini masih berlangsung, akibat peristiwa longsor terjadi beberapa kali selama enam bulan terakhir.

Kapolsek Dolok Panribuan AKP H Sinambela menyampaikan, rekayasa dilakukan sewaktu-waktu melihat kondisi keramaian lalu lintas.

Ada dua opsi yang dipilih sesuai kondisi jalanan, yaitu buka tutup dan via jalur alternatif.

"Tadi sekitar Pukul 11.00 WIB kita mengalihkan arus lalu lintas dari dan ke Parapat melalui jalur alternatif Simpang Simarjarunjung-Simpang Garbus-Sidamanik-Pematangsiantar," ujar Kapolsek.

Tetapi kemudian, ujar Kapolsek, usai lalu lintas cenderung lengang, upaya merekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup diberlakukan.

"Kalau agak lengang kita pakai buka tutup. Jadi kemarin malam soalnya ada empat kenderaan yang terpatar, makanya kita alihkan ke jalur alternatif," ujarnya.

Sembari petugas dari Kementerian PUPR melakukan pengerukan di dinding kiri dalam jalur lintas, petugas Polsek Dolok Panribuan akan mengalihkan arus sedemikan rupa.

"Itu kan, masih dikeruk mereka bahu kiri jalan itu, agar lapang. Selama ini kan satu satu arus aja, sehingga buka tutup. Makanya kita kawal sampai pengerjaan selesai," ujar Kapolsek.

"Kalau ada pengendara yang mau cepat, kami imbau gunakan jalur alternatif aja," ajaknya.

Perlu diketahui, lalu lintas Siantar-Parapat merupakan urat nadi antarwilayah dari Tapanuli, Toba atau Samosir ke Simalungun maupun sebaliknya atau dikenal sebagai lintas diagonal Sumatera Utara.

Kedua wilayah merupakan jalur wisata dan distribusi hasil pertanian dan perdagangan.

(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved