Selama Pandemi Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi Sumut Ternyata Lebih Baik Dibanding Nasional
Pada triwulan III tahun 2020, realisasi belanja dan pendapatan Provinsi Sumatera Utara terbilang baik, di antara daerah-daerah lainnya.
Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN.com, MEDAN - Pada triwulan III tahun 2020, realisasi belanja dan pendapatan Provinsi Sumatera Utara terbilang baik, di antara daerah-daerah lainnya.
Total penerimaan perpajakan, bea dan cukai serta PNBP, realisasinya telah mencapai Rp17,69 triliun dari total target Rp23,969 triliun, Selasa (13/10/2020).
“Di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi, ekonomi Sumut lebih baik jika dibandingkan dengan nasional. Meskipun seluruh lapangan usaha terdampak kecuali sektor pertanian,” ujar Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Utara, Tiarta Sebayang.
Pada sisi pendapatan, penerimaan perpajakan untuk triwulan III tahun 2020 yakni, penerimaan neto untuk Sumut realisasinya Rp15,15 triliun dari target Rp21,72 triliun. Lalu, untuk growthnya -3,32 persen. Untuk realisasi belanja negara pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Triwulan III mencapai Rp13,47 triliun (61,85 persen) pada 930 satuan kerja dari total pagu Rp21,78 triliun.
Tiarta merincikan, dari Rp13,47 triliun tersebut realisasi untuk belanja pegawai Rp 7,06 triliun, belanja barang Rp 4,16 triliun, belanja modal Rp 2,23 triliun dan bansos Rp 17,6 miliar.
Sementara untuk realisasi transfer ke daerah dan dana desa triwulan III tahun 2020 naik 6,5 persen dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2019.
“Hal ini disebabkan oleh relaksasi penyaluran DAK fisik dan percepatan dana desa untuk mendukung program PEN,” kata Tiarta, melalui siaran langsung.
Lebih lanjut ia juga mengatakan, total realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai dengan triwulan III tahun 2020 di Sumut, yakni Rp6,95 triliun.
Tiarta menjelaskan, bahwa program PEN serta upaya stimulus fiskal penanggulangan dampak Covid-19 mengakselerasi pertumbuhan konsumsi dan menahan. Di mana, penurunan ekonomi lebih dari 70,22 persen telah terjadi kepada kelompok masyarakat dengan pendapatan di bawah 1,8 juta/bulan.
Untuk itu yang bisa dilakukan masyarakat saat ini yakni harus belanja sesuai dengan kebutuhan. Selalu menerapkan 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak).
Untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pihaknya menganjurkan masyarakat agar dapat mengkonsumsi produk-produk lokal. Di mana, nantinya UMKM dapat terbantukan dengan adanya pembelian bahan buatan lokal.
“Selanjutnya tetap produktif, positif dan optimis. Kreatif menciptakan usaha untuk meningkatkan pendapatan serta membantu sesama (beli produk lokal/UMKM) khususnya bagi masyarakat menengah ke atas,” jelasnya.
Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II sebelumnya mengalami kontraksi 2,37 persen (y-on-y) dengan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp197.64 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp130,23 triliun.
(Wen/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-kanwil-djpb-sumut-tiarta-sebayang-dan-edy-rahmayadi.jpg)