Breaking News:

TRIBUN-MEDAN-WIKI: Di Balik Lahirnya Tarian Gundala-gundala Tradisi Batak Karo

Tarian Gundala-gundala merupakan bagian tradisi etnis Batak Karo di Sumatera Utara, yang bertujuan untuk memanggil hujan.

TRIBUN MEDAN / HO
Penampilan tarian topeng Gundala-Gundala khas Karo di kegiatan kebudayaan beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN-WIKI.com - Tradisi lahir dari adanya suatu proses budaya yang berkembang di etnis-etnis.

Satu di antaranya tradisi Tarian Gundala-gundala yang merupakan bagian tradisi etnis Batak Karo di Sumatera Utara.

Konon kabarnya, tarian tersebut bertujuan untuk memanggil hujan atau dalam bahasa Batak disebut Ndilo Wari Udan.

Tak hanya itu, kabarnya tarian tersebut lahir dari sebuah cerita legenda Gurda-gurdi di tanah Karo.

Diceritakan pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja bernama Sibayak.

Raja kemudian menemukan seekor burung raksasa yang merupakan jelmaan dari petapa sakti yang bernama Gurda-gurdi.

Lalu Raja Sibayak membawa pulang Gurda-gurdi dan menjadikannya sebagai penjaga putrinya.

Kekuatan Gurda-gurdi terletak pada paruhnya.

Oleh sebab itu ada larangan yang menyatakan bahwa paruhnya tidak boleh disentuh oleh siapapun.

Halaman
123
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved