Breaking News:

Update Covid19 Sumut 15 Oktober 2020

Pasien Hamil Reaktif Covid-19 Ditolak RSUD Siantar, Anggota DPRD Ramai-ramai Datangi RSUD

Cekcok sempat terjadi antara Ketua Komisi I Andika Prayoga Sinaga dengan Wakil Direktur I RSUD dr Harlen Saragih di pelataran ruang isolasi,Kamis sore

Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Alija Magribi
Sejumlah anggota DPRD Pematangsiantar berdiskusi dengan Wadir I RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar buntut penolakan merawat pasien hamil yang dinyatakan reaktif Covid-19, Kamis (15/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sejumlah anggota DPRD ramai-ramai datang ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, usai mendengar ada pasien reaktif Covid-19 yang hendak bersalin, justru tak mendapatkan pelayanan prima dari pihak rumah sakit.

Cekcok sempat terjadi antara Ketua Komisi I Andika Prayoga Sinaga dengan Wakil Direktur I RSUD dr Harlen Saragih di pelataran ruang isolasi, Kamis (15/10/2020) sore.

Keluarga pasien, Noferi Sibuea menyampaikan anaknya tak dirawat oleh dokter spesialis kandungan, dengan alasan reaktif Covid-19.

Ia pun khawatir ketidakperhatian tenaga medis dari rumah sakit plat merah ini bisa mengancam jiwa putrinya.

"Boru (anak perempuan) kami mau melahirkan, namanya Lydia Sibuea (22).

Jadi dia sudah masuk ke RS Harapan Siantar Rabu (14/10/2020) kemarin, terus dirujuk ke RS Grand Medistra Lubukpakam.

Tidak bisa di sana, terus dirujuk lagi ke RSUD Lubuk Pakam. Baru kami bawa ke sini (Kamis/15/2020) pukul 12.00 WIB siang tadi," ujar Noferi.

Adapun hasil rapid test yang menyatakan putrinya reaktif itu dikeluarkan di RS Harapan.

"Di (RSUD) Djasamen ini, dr Martha Silitonga tadi yang nolak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved