Breaking News:

Pertamina Salurkan Dana Permodalan Rp 11,9 Miliar untuk UMKM

Membantu kebangkitan UMKM Sumatera Utara (Sumut), Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I gencar melakukan beragam upaya

Penulis: Natalin Sinaga | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Panen Keramba Jaring Apung berupa ikan siakap (kakap putih) sebanyak 138 kg oleh kelompok UMKM binaan Pertamina "Keramba Ayah Amanah" yang berada di ring satu wilayah Integrated Terminal (IT) BBM Medan Group Belawan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam menggerakkan sektor perekonomian. Meski sempat tersungkur dipukul pandemi, UMKM mulai bergerak bangkit dari himpitan resesi.

Membantu kebangkitan UMKM Sumatera Utara (Sumut), Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I gencar melakukan beragam upaya.

Satu di antaranya, melalui perluasan akses permodalan bergulir super lunak yang disosialisasikan di hadapan para pejabat dinas koperasi dan pariwisata di tujuh kabupaten kota di sekitar Danau Toba, pada hari Kamis (08/10/2020) lalu.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina MOR I, M. Roby Hervindo menjelaskan Pertamina telah menyalurkan permodalan bergulir bagi UMKM di wilayah wisata Danau Toba tahap pertama sebesar Rp 5,4 miliar. Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pihaknya mengharapkan lebih banyak lagi UMKM yang mendapatkan akses permodalan lunak ini.

Diakuinya, hingga Oktober 2020, Pertamina MOR I telah menyalurkan dana permodalan sebesar Rp 11,9 miliar melalui Program Kemitraan (PK). Sebesar Rp 6,2 miliar diantaranya, disalurkan untuk UMKM wilayah Sumut.

"Selama masa pandemi, kami memberikan keringanan bagi UMKM mitra binaan berupa penundaan pembayaran. Jadi UMKM yang kondisi usahanya sedang turun, untuk periode waktu tertentu dibebaskan dari kewajiban bayar cicilan pinjaman, tanpa dikenakan denda," jelas Roby, Kamis (15/10/2020).

Disamping dukungan permodalan bergulir bagi UMKM, Pertamina juga melakukan pembinaan kepada kelompok-kelompok usaha yang berada di sekitar wilayah operasional Pertamina. Salah satunya, kelompok usaha binaan "Keramba Ayah Amanah" yang berada di ring satu wilayah Integrated Terminal (IT) BBM Medan Group di Belawan.

Kelompok yang sudah dirintis sejak tahun 2018 ini, bergerak di bidang pembudidayaan tambak ikan serta penjualan makanan hasil olahan dari ikan Siakap. Tidak tanggung-tanggung pada hari Senin (12/10), kelompok yang beranggotakan lima orang ini berhasil memanen setidaknya 138 kg ikan siakap (Kakap Putih).

"Dari 138 kg ikan siakap yang dipanen, kelompok nelayan tersebut bisa memperoleh pendapatan ekonomi sebesar Rp 9 juta. Bukan itu saja, sebagian hasil panen akan diolah kembali menjadi menjadi nugget ikan yang tentu saja nilai jualnya lebih tinggi," kata Roby.

Sementara itu anggota Kelompok Ayah Amanah Udin mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas pendampingan dari Pertamina selama ini. "Keramba ini merupakan ujung tombak dari keberlangsungan kelompok, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan di kampung nelayan," ujarnya.

(nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved